~when everything seems like it's falling apart, that's when God is putting things together just the way He wants it~ (unknown)
RSS

Sunday, December 20, 2009

Haircut

Gambar diambil dari :
http://www.bridalpartytees.com/blog/wp-content/uploads/2008/02/haircut3.jpg

Topic starter : Minggu, 20 Desember 2009 (5:48 pm)

Hari ini hari ketiga berturut2 gua nemenin nyokap jalan2 do some Christmas shopping.

Yang namanya jalan2 ama nyokap itu artinyaa.. kaki harus siap2 pegel, huhuhu.. and emang pegeeeell, hikss..

And lagi nyokap lagi ngga terlalu niat belanja juga, huhuhu.. jadilah kelamaan ngider2 tanpa hasil *sigh*

Anywayy..

Sore ini pas lagi nunggu Oom gua ngambil mobil dari parkiran, tiba2 gua jadi pengen potong rambut, huahahaha..

Eitss.. jangan salah, gua itu tipe yang males nyalon jadi udah beberapa tahun belakangan ini gua selalu potong rambut sendiri :p

And thanks to my curly hair, gua ngga perlu terlalu musingin soal apakah hasil potingan rambut gua rata apa ngga karena toh bakal meringkel juga so ngga terlalu keliatan andai ngga rata panjangnya sekalipun, hihihihi :D

Have I told you kalo gua itu orangnya impulsif?

And biasanya rambut suka jadi sasaran gua kalo impulsif-nya gua lagi kumat yang didorong oleh perasaan sedih, ahahahaha..

Karena mungkin secara ngga sadar udah tertanam dalam benak gua bahwa seiring dengan berjatuhannya tuh rambut yang gua gunting maka gua juga melepas kesedihan gua itu bersamaan dengan rambut gua :p

Maka alhasil sepanjang sejarah hidup gua (huahahaha, udah kaya apaan aja ;p), gua udah sering bener potong rambut sendiri, yang tentunya dikit2 potongnya supaya besok2 pas lagi sedih lagee masih ada rambut yang tersisa buat dipotong, huahahaha..

But this time is different.

Yupp.. I have different reason kenapa akhirnya gua memutuskan untuk memotong rambut gua :)

Selama ini gua selalu ngga bisa memutuskan sebenernya gua itu lebih pengen punya rambut pendek apa rambut panjang seeh?!

I always torn in between the length of the hair :p

Rambut panjang.. hmm.. banyak yang bilang kalo gua lebih bagus dengan rambut panjang karena yaa.. bodi gua khan gede jadi dengan rambut panjang lebih bisa "menyeimbangkan" antara wajah dengan tubuh *which is sebenernya ngga ngefek juga karena bodinya kelewat gede, ahahaha :p*

Sementara rambut pendek.. hmm.. lebih enak sih, apalagi gua ini tipe yang males keramas, ahahaha :p Jadi lebih praktis aja kalo punya rambut pendek.

Naahh.. selama ini gua perhatiin kalo gua itu selalu menginginkan apa yang sedang ngga gua miliki.

Contohnyaa..

Pas lagi rambut panjang.. gua ngerasa kalo gua pengen rambut pendek.

Pas rambut gua lagi pendek.. gua ngerasa pengen punya rambut panjang.

And I guess I need to stop this!

Gua harus menarik batas yang jelas.

Gua harus bisa mengetahui apa yang gua inginkan dan menerima keadaannya ketika gua sudah memutuskan sesuatu.

So I decided.. gua mo potong rambut pendek aja dhe ampe gua umur 35.

This isn't about the hair, but more like a "momentum" to me.

Untuk mulai menentukan sendiri apa yang gua inginkan, terlepas dari pandangan orang lain mengenai apa yang menurut mereka lebih baik buat gua!

Karena gua ngga bisa terus2an memakai kacamata orang lain dalam menilai diri gua dan apa yang penting buat gua.

Sesekali emang masih tetep perlu lah mendengarkan orang lain karena kalo hanya memakai pandangan kita sendiri, ruang lingkup penglihatan kita tuh terbatas, kita masih tetap mungkin melewatkan sisi2 tertentu.

But.. gua juga harus mulai membentuk landasan buat diri gua.

Gua harus tau apa yang gua mau and stick with it sampai gua ngerasa hal itu ngga lagi sesuai buat gua, dan bukan karena orang lain membuat gua ngerasa bahwa hal itu ngga sesuai ama gua.

And why 35?

Karena 5 tahun gua rasa waktu yang cukup untuk meletakkan landasan yang lumayan solid for me to know myself better so after 5 years, gua ngga perlu segitu strict-nya mengingatkan diri gua lagi segitu intens-nya karena gua udah mulai terbiasa dengan pola yang selama ini gua terapkan.

Semoga.

Ahahahaha..

Topic ended : 20 Desember 2009 (6:24 pm)

-Indah-
the soul traveller

Saturday, December 19, 2009

Sosok Idaman


Gambar diambil dari :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUk9UAULhjnRz4uc0KPRtdly1uCYUFXtVxvMVKJEMxgd3rxkrabyiu0btkTlgDBabYKEHKoWoIUfdR18leobEtbZRMDZWRbjuxbojtdePIY40dtTM2UvCwS7tnXfHLvYYeYhSvdHOpuj1j/s320/hands.jpg
 
 Topic starter : Sabtu, 19 Desember 2009 (7:20 pm)

Abis baca postingannya Onit soal Nimo, gua jadi kepikirann.. siapa yaa Nimo gua?

Nimo lho yaa.. bukan si ikan Nemoo :p

Anywayy.. baca postingannya itu bikin gua jadi mengingat2 tentang orang2 yang pernah gua taksir, hihihi..

Ada yang menarik jugaa..

3 orang terakhir yang gua taksir itu seakan mo "menyadarkan" gua to go pass the outer appareance and search the soul within.

Karena ketiga2nya bukanlah sosok "idaman" gua secara fisik, hihihi..

Menarik juga sebenernya..

Gua sempet punya daftar yang lumayan panjaaang tentang sosok pendamping yang gua inginkan :D

Tapi sosok terakhir yang gua suka itu.. mm.. I don't know..

Dia seperti menyadarkan gua bahwa apa yang selama ini gua pikir gua cari bukanlah yang sebenarnya gua cari.

Hmm.. bingung yaa?

Sama donkss.. mari kita berpelukaaann!!

Huahahaha :p

Maksudnya ginii..

Daftar2 yang dulu pernah gua susun tentang calon pendamping "idaman" itu gua bikin dengan memasukkan kriteria2 yang berlaku umum.. tanpa gua menanyakan ke diri gua sendiri.. itukah yang gua mau?

I've realized it now.. bahwa gua lebih milih seseorang yang bisa gua ajak ngomong dibanding yang bertampang bak model, of course.. ngga muna, looks tetap penting, tapi udah ngga muluk2 standar model internasional, huahaha.. tapii cukup lah yang di mata gua dia enak dipandang, di mata orang lain? Terserah lahh.. toh yang bakal ngeliat dia khan gua, and gua ngeliatnya ngga minjem mata orang lain khan? :p

Orang terakhir yang gua sukai itu seakan membangkitkan sisi diri gua yang mendambakan seseorang yang gua tau selalu gua cari di alam bawah sadar gua tapi berhubung kaga pernah nemu jadi "harapan" itu sedikit demi sedikit mulai terkikis sehingga akhirnya tenggelam sampai ke dasar.

Tapi diaa.. memunculkannya kembali ke permukaan, and mencoba meyakinkan gua bahwa heyy.. yang seperti gua inginkan itu ada lho di dunia ini, bukan sesuatu yang mustahil :p

Nopee.. walau gua sukaa ama diaa.. somehow gua ngerasa emang dia bukan buat gua. Our paths crossed karena gua perlu belajar sesuatu dari dia and hanya dia yang bisa memberikan pelajaran itu ke gua simply because he's different from any other people I've ever met.

Dia bisa challanged me to broaden my perspective, untuk melihat dari angle yang lain dari sisi yang selama ini selalu gua liat.

And it's interesting.

Karena sometimes ketika elo melihat dari sudut pandang yang lain, hal2 yang selama ini terlihat sama, menjadi sesuatu yang beda. Ada semacam excitement.

-paused : 19 Desember 2009 (9:00 pm)-

Topic continues : Sabtu, 19 Desember 2009 (10:24 pm)

And you know what?

I always believe kalo ngga ada sesuatu yang sia2.

Mau baik ataupun buruk kejadian yang kita alami, itu semua kita perlukan untuk membentuk kita menjadi sosok seperti kita sekarang ini, karena kurang satu pengalaman ajaa.. kita pasti akan menjadi sosok yang berbeda :p

And we're getting better in each and everyday of our life walaupun ketika sedang dalam proses-nya mungkin kita ngerasa diri kita melangkah mundur dari keadaan sebelonnya, but actually we're not.

And satu2nya tolak ukurnya adalah ketika kita berhenti sejenak dan menoleh ke belakang.. indeed.. we're getting better..

Which is remind me akan forward-an yang pernah gua terima looong time ago tentang seorang ibu yang sedang menyulam and anaknya yang masih kecil karena belon tinggi, hanya bisa ngeliat dari bagian bawah dari sulaman sang ibu.

Sang anak hanya bisa ngeliat kumpulan benang2 kusut aneka warna and dia bingung apa bagusnya yang sedang ibunya buat itu.

Baru ketika ibunya menunjukkan bagian atas dari sulamannya itulah sangsang anak terbelakak takjub keindahan hasil sulaman ibunya.

Yaa.. begitu jugalah dengan berbagai macam kejadian yang kita alami dalam hidup ini.

Terkadang kita hanya melihat dari keruwetan benang2 kusut yang ada di bagian bawah itu.

Tapi Tuhan menyulam dari atas and dalam benakNya sudah terbentuk hasil akhir sulaman yang akan tampak indah ketika semua benang sudah terletak tepat pada tempatnya.

And ahahaha..

Kenapa dari ngomongin soal sosok ideal gua jadi nyasar ke soal sulaman yaa? :p

Gawat gawatt.. ini loncatnya udah kejauhan..

Let's see..

Gua pernah nulis di sini :

http://www.facebook.com/note.php?note_id=214604887920

Mengenal seseorang, betapapun menurut orang lain dia adalah orang yang "salah", tapi tetapp.. itu adalah kesempatan untuk mengenal diri kita lebih dalam lagi sekaligus tentunya mengenal another character dari manusia :D

So it's true, isn't it? It's never never a waste..

Tinggal kita mo ngambil sisi positifnya or negatifnya aja khan? ;)

Topic ended : 19 Desember 2009 (10:55 pm)

-Indah-
the soul traveller

To Love & Be Loved


Gambar diambil dari :
http://pause4thought.pointofview316.com/uploaded_images/eternal_mates_swan_pair-740216.JPG

Banyak orang yang beranggapan bahwa mencintai dan dicintai itu sudahlah cukup.

In a way memang benar juga sih karena cinta adalah hal mendasar dalam kehidupan manusia.

Tapii.. tapii..

Seringkali ada satuu detail kecil yang sering terlupakan!

It's not enough to just love someone.

It's not enough to just be loved by someone else.

Yang lebih penting adalah mencintai dengan cara yang bisa dirasakan orang yang bersangkutan and dicintai dengan cara yang bisa kita rasakan, huahahaha :p

Cause boo.. beneran dhee!!

Loving someone in the wrong kind of wayy ituu bisa bikin orang yang dicintai itu merasa tercekik and megap2 kehabisan napas and malah berharapp..

"Udah dhee.. kalo gini cara elo mencintai guaa.. mending gua ngga usah elo cintai aja!"

Siapa yang salah?

Again.. haruskah ada yang salah? :p

Ada satu quote yang gua suka, dibilang gini :

"Just because someone doesn't love you the way you want them to, doesn't mean they don't love you the best way they know how!"

In a wayy.. gua setuju ama kata2 ituu..

And bener laahh.. kita khan ngga bisa memaksakan orang lain untuk mencintai kita persis dengan cara yang kita mau.

Lagian.. since they can't read our mind, gimana caranya mereka tau apa yang kita inginkan?

Satu2nya cara adalaaahh..

Yaa komunikasi lah boo!!

-paused on 19 Desember 2009 (12:07 am)-

Topic continues : Sabtu, 19 Desember 2009 (4:36 pm)

And, huahahaha.. ini gua baru menyadari sesuatu lagee hari inii..

Tahun ini memang sepertinya tahun di mana gua harus mengkonfrontasi diri gua sendiri :p

Sejak beberapa waktu lalu gua berasa bangetss.. apa2 yang pernah gua ucapkan or tuliskan.. langsung dihantam balik ke gua, seakan Tuhan ingin menguji gua.. do you really believe in those things that you said or wrote?

Seperti misalnya kemaren ini pas gua abis ngetik soal.. hmm.. gua kok lupa yaa gua abis nulis apaan persisnya, ahahaha.. tapi kurang lebih soal badai kehidupan githu dhee..

Well.. inti dari tulisan gua saat itu adalah.. kadang kita mungkin merasa Tuhan itu ngga adil karena terus "menimpakan" unfortunate things ama kita.. tapii.. kalo mo main hitung2an ama Tuhan, in the end kita bakal malu sendiri.. karena berkat yang telah dia limpahkan ke kita itu jauuuuuh lebih banyak dibanding cobaan yang dia kasih.

And satu lagii.. pada saat kita sedang diberkati, jaraaaaang bangets di antara kita yang bertanya kepada Tuhan, "Kenapa saya, Tuhan?", sementara kalo lagi ketiban 'sial', waahh.. buru2 teriak ama Tuhan, "Whyy mee, God?!"

And you know what..

Ngga lama, ngga nyampe seminggu abis gua nulis hal itu.. badai datang menghantam gua lagi, huahahaha..

Ampe gua soo speechless, kaga bisa nangis lagee.. and malah akhirnya jadi ketawa aja dhee, huahahaha..

*tawa getir tentunyaa.. kalo tawa bahagia mah tentunya saat ini gua udah nangkring di salah satu RSJ terkenal di kawasan Grogol kali yaa :p*

Menarik sih sebenernyaa..

Menarik betapa mungkin Tuhan mo mengajarkan ama gua..

"Indaaahhh.. do you really believe in things that you ever said or wrote?"

Well.. in a way, tentunyaa gua percaya donks, kalo gua ngga percaya.. ngapain juga cape2 gua ketikan or ucapkan, bukan?

Tapii akhirnya belakangan gua nyadar..

Kadar "percaya" gua ama kata2 yang gua ucapkan or tuliskan itu baru nyangkut di mulut karena gua belon bener2 meresapi apa yang gua tuliskan atau ucapkan karena sometimes apa yang gua ucapkan or tuliskan itu adalah kata2 yang I know I should've listen tapi ngga ada orang lain yang bisa mengucapkannya sama persis seperti apa yang perlu gua denger, jadii.. gua perlu untuk mengucapkannya ke diri gua sendirii.. mumpung gua lagi inget, ahahaha :p

Soo.. ujian itupun datang dengan dikasihnya cobaan untuk mengkonfrontasi diri gua sendiri.

As if God said to me..

"Theree.. sekarang dirimu telah dihadapkan pada situasi seperti apa yang kamu percayai itu. Sekarang, apakah kamu benar2 percaya akan apa yang kamu ucapkan?"

And at that time..

I finally realize.. I do believe those words I said or wrote!

Okayy okayy.. melenceeeenngg..

Back to topic about to love and be loved.

Ini masih rada berhubungan ama topik gua soal "a cry for help" sih.

Buat refresh your memory bisa liat ke :

http://womenstalk2009.blogspot.com/2009/12/revolutionary-road-cry-for-help_17.html

And ini juga rada nyambung ama postingan gua lainnya di :

http://special4fbnotes.wordpress.com/2009/10/21/comfort-me-please/

Yupp.. gua termasuk salah satu dari mereka yang susaaaahh untuk ngomong langsung.. and "help" itu adalah kata yang paling susaaaahh gua ucapkan dibanding "terima kasih" or "maaf" (walau maaf juga sebenernya rada2 susah seeh :p)

Naahh.. lucunyaa..

Tuhan tuh seakan mo mengajak gua untuk ngeliat dari sisi orang lain.

Hari ini gua seakan "dibukakan" mata akan hal seperti yang pernah dibilang temen gua di komennya di post "A Cry For Help" gua.

Pas si Dewi komen :

"uhm....siapa yg bisa disalahin ya klo cry for help nya gak kedengaran sama orang lain? Benarkah selalu salah orang lain? G gak setuju sih. Mungkin ada salah orang lain, tp kita juga salah karena gak ngomong terus terang apa yg ada dalam hati kita. I know it's not easy. Tapi kita dikasi suara utk mengekspresikan suara hati jg kan? Gak semua orang bisa peka dan ngebaca cry for help lho. Apalagi klo orgnya poker face."

Yupp.. komennya si Dewi yang itulah yang "menghantam" gua hari ini ketika gua dipertemukan dengan orang yang mirips ama gua, orang yang selalu menyimpan semuanya sendiri.. orang yang hanya bisa berharap ada orang di sekitarnya yang cukup peka untuk mendengar jeritan minta tolongnya.

Tapi hal ini bikin gua jadi mikir..

Ketika elo hanya diam ketika orang yang elo cintai menyakiti elo (terlepas dari sengaja ataupun ngga), siapa yang salah kalo orang tersebut terus melakukan hal yang sama ke elo yang membuat elo makin sakit hati tiap kali dia melakukan perbuatan elo?

Salah siapa?

Kali ini harus ada yang salah, huahahaha..

And menurut gua yaa jelas salah dua2nya lah!

Si pihak yang tersakiti bersalah karena ngga bilang ke pihak yang menyakiti kalo apa yang dilakukannya itu telah menyakiti dirinya.

Karena kadang.. orang tuh ngga nyadar kalo perbuatannya udah menyakiti seseorang.

Ini bisa jadi karena kurangnya kepekaan.. tapi bisa juga simply karenaa.. tolak ukur kita itu beda2.

Sesuatu yang dianggap wajar2 aja oleh seseorang mungkin menjadi sesuatu yang luaaarr biasa menyakitkannya buat kita!

Orang yang besar di lingkungan di mana dirinya udah terbiasa mendengarkan kata2 makian seperti brengsek, najis, dllsb.. secara ngga sadar kata2 itu udah terekam dalam otaknya and kebawa2 dalam percakapan sehari2 and arti dari kata itu sendiri mungkin udah ngga terlalu "bermakna" untuk sang pengucap.

Naahh.. kalo orang macam itu married ama orang yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang and ngga pernah sekalipun selama hidup bersama dengan keluarganya dia mendengar satu kata makian pun, bisa2 terjadi guncangan kebiasaan ketika mendengar pasangannya melontarkan kata2 itu kepadanya ketika sedang kesal.

Misalnya gini :

"Brengseeekk.. elo bisa ngga sih diam dikit!!"

Bahasa halusnya : Sayaaangg.. tolong jangan terlalu berisik yaa, saya perlu berkonsentrasii..

Naahh.. si pasangan yang ngga terbiasa mendengar kata "brengsek" itu tentunya bisa lumayan terguncang dan tersakiti hatinya ketika mendengar kata itu terlontar dari mulut pasangannya and mungkin jadi nanya2 berkepanjangan emangnya udah salah apa sih dirinya sampai2 pasangannya menyebutnya "brengsek".

Tapii.. kalo dia hanya diam saja and menelan itu bulat2 tanpa mengutarakannya pada pasangannya yaa bukan ngga mungkin toh kalo pasangannya itu akan kembali mengulangi "kesalahan" yang sama besok2?

Pertamaa.. karena dia udah terbiasa.

Keduaa.. dia khan ngga tau kalo itu dianggap "salah" oleh pasangannya.

Soo.. siklus akan kembali berputar tanpa henti yang akan menorehkan luka yang semakin dalam dari hari ke hari seiring dengan makin seringnya kata itu terlontar tanpa kendali.

And si pihak yang menyakiti itu juga ngga sepenuhnya bebas dari kesalahan sih.

Harusnya dia cukup peka untuk menyadari bahwa ngga semua orang itu sama seperti dirinya yang terbiasa mengucapkan dan mendengar kata2 kasar. Seharusnya dia mengambil waktu sesekali untuk mengamati perubahan air muka pasangannya karena itu mungkin mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang "salah".

Komunikasi.

Menarik yaa..

Selama ini gua ngga pernah menyadari betapa "komunikasi" itu memegang peranan penting dalam kita berinteraksi dengan manusia lainnya, apapun hubungan kita dengan orang itu, komunikasi itu ternyata penting.

And kita perlu untuk menguasai berbagai "seni" dalam berkomunikasi karena tiap orang mempunyai karakter yang berbeda sehingga tentu aja dalam berkomunikasi dengan si A kita mungkin harus menerapkan cara yang berbeda dengan bila kita berkomunikasi dengan si B or si C.

Wahh waahh..

And bagaimana caranya?

Hmm..

Menurut gua coba dhe luangkan waktu untuk mengamati.

Karena dengan seringnya berinteraksi dengan seseorang, dengan mengajaknya untuk bertukar pikiran.. sedikit banyak kita bisa menyimpulkan (walau belon tentu benar :p) orang yang kita hadapi itu tipenya seperti apa seeh.

Secara garis besar aja ngga perlu ampe mendalam karena untuk mengenal diri kita sekalipun diperlukan proses seumur hidup, apalagi untuk mengenal orang lain!

Tapii.. kalo emang orang itu adalah orang yang penting buat elo.

Kalo orang itu adalah orang yang elo cintai or sayangii..

Please dhee..

Really take time to observe and perbaiki cara kalian berkomunikasi karena terkadang kurangnya komunikasi or cara berkomunikasi yang salah itu bisa membikin runyam sesuatu yang sebenernya "sederhana".

And another thing I've learned itu adalaahh..

Emosi itu yaa boo.. beneran dhee!!

Bener2 bikin masalah jadi even more complicated than what it should be! Huahahaha..

Bukan berarti elo harus jadi orang yang so very rational juga, karena tanpa emosi kita ngga ada bedanya dengan robot boo..

Tapii.. kalo apa2 dibawa emosii.. percayaa dhee.. elo ngga hanya akan cape sendirii, tapi elo juga akan bikin cape orang lain and pastinyaa masalah akan semakin berlarut2 and susaaahh untuk mendapatkan jalan keluarnya karena pandangan mata elo akan "kabur" tertutup oleh kabut emosii :p

Another thing is yang perlu diingat adalahh..

Kalo inside elo ngerasa terluka.. pleasee.. sembuhkan luka hati elo sendirii.. jangan lampiaskan rasa terluka elo ama orang lain karena elo hanya akan menyakiti mereka yang mungkin akan menyakiti elo balik yang pada akhirnya hanya akan membuat luka hati elo semakin mendalam!

Elo harus menolong diri elo sendiri untuk sembuh!

Iyaa.. karena in the end hanya orang2 yang "terluka" aja yang akan menyakiti orang lain.

Karena happy people don't have time to hurt others karena perasaan yang ada dalam dirinya itu dipenuhi kebahagiaan yang membuncah yang ingin dibagikannya dengan orang2 di sekelilingnya ;)

Soo..

Would you like to be a happy person who shares the happiness with others?

Or.. would you prefer to be a hurt person who constantly has this unconscious desire to hurt others?

The choice is yours..

But I do hope you'll choose the first one karena dunia ini membutuhkan lebih banyak orang2 yang berbahagia akan diri mereka.

Dan seperti biasaa.. rasanya postingan gua kaga nyambung ama judul, huahahaha :p

Mulailah membiasakan diri kalian dhe, hihihi..

Ciaoo..

Topic ended : 19 Desember 2009 (6:36 pm)

-Indah-
the soul traveller

Friday, December 18, 2009

Watch Your Language


Gambar diambil dari :
http://msnbcmedia.msn.com/i/msnbc/Components/Art/BUSINESS/061109/VLG_FoulMouth.jpg

Topic starter : Jumat, 18 Desember 2009 (8:30 am)

Hmm.. dipikir2 gua itu emang termasuk orang yang ribets dalam berteman yaa, ahahaha..

Makanya kadang heran juga yaa kok temen2 gua pada tahan being around me :p

Makasih yoo buat yang masih stick around ;)

Well.. I love my friends, I love being around them, I love sharing with them.

But.. I still need my own space.

And tetepp.. no matter how close we are, there are still some things I can't accept, toleransi gua ke mereka mungkin lebih besar dibanding ke orang2 lainnya yang ngga masuk kategori temen deket, tapi yaa emang kalo pada dasarnya gua ngga suka akan hal ituu.. siapapun yang melakukannya ya tetep aja gua ngga suka.

Jokes are supposed to be something funny, not offensive.

Walaupun sebenernya batasan antara sesuatu yang lucu and menyinggung itu juga sebenernya ya samar2 seeh, ahahaha.. karena ngga bisa dipukul rata buat semua orang :p

Aaanndd.. pretty much depends on our moods as well, iya ngga seeh? Eeh, ngga hanya soal mood seeh, tapi tergantung the way we see things juga :D

Karena gua pernah ngalamin ama temen gua dulu.

Things that we used to joke about became something that was sensitive enough to be joked :p

Salah siapa?

Again.. kenapa musti ada yang salah sih?

Intinya ya karena I've changed and she has changed.. jadi yaa musti nyari another common things to share again..

Eh btw, sekedar warning.. gua kalo mosting emang suka ngga nyambung sih, D, ahahaha :p

Lanjutt..

Again, no matter how close we are, there are still certain things I cannot accept, ada banyak kata yang menurut gua "terlarang" untuk diucapkan.

Kalo cuman sekedar melintas di pikiran elo sih, bodo amat dhee, huehehehe.. toh gua ngga tau ini and I know it for sure bahwa mengendalikan pikiran itu susaaaahh bangetss..

Masih banyak pikiran2 negatif yang suka seliwiran dalam otak gua tanpa permisii..

But I do think we need to be able to control on our tongue or our fingers, depend on which media we use to speak our mind.

Gua inget dulu temen gua pernah nyebut kata "gigolo" ketika lagi cerita soal kekesalannya terhadap temennya.

Gua bilang ke dia kalo gua ngga suka.

Kata itu punya makna yang negatif, and itu bukan sekedar umpatan kasar macam "brengsek" yang saking udah biasanya didengar jadi ngga terdengar kasar lage :p

Jadii.. hanya karena elo kesal, elo jadi menggunakan kata itu? Hmm..

Gua udah pernah bilang khan kalo gua gampang ngga sreg-an ama sesuatu? Ini termasuk salah satu yang bikin gua ngga sreg, huahahaha.. padahaaall.. gua kenal ama yang disebut "gigolo" juga kaga :p

Cuman menurut gua mengatakan "gigolo" buat seseorang itu kasaaaarr..

Balik ke soal jokes tadi.. jokes are supposed to be something funny, not offensive!

That is why I never like rude jokes!

Karena buat gua mereka itu kasar.. walaupun "dibalut" dan "dikemas" sebagai lelucon, tetap aja itu kasar.

And sometimes it's interesting betapa banyak dari kita mencoba untuk "bersembunyi" di balik "lelucon" untuk menyatakan pendapat kita.

Ketika seseorang melontarkan rude jokes tentang kita, pas kita confront dia, "Kenapa elo bilang githu tentang gua?"

Mereka sambil cengengesan bilang, "It's just a joke, alright? Nothing serious.. jangan terlalu diambil hati donk ahh!!"

Jokes mbah-muu!!

You're responsible of what you say.

You say what you say, kenapa ketika di-confront elo malah bersembunyi di balik kata2 yang elo ucapkan?

Why don't you just say what you really mean, eh?

Which reminds me akan salah satu temen gua yang demeeenn bangets mosting kata2 mutiara di FB yang kadang kalo gua suka iseng tergelitik pengen nanggapin, gua suka komen di statusnya ituu, ehh.. tanggapan dia cuman, "Ini gua denger dari pendeta gua.", atau "It's just a say, Indah.", dllsb githu dhe yang pada intinyaa.. dia ngga nanggapin apa yang gua tanyakan.

Padahal sebenernya yang gua tanyakan itu adalah.. apa pendapat dirinya akan apa yang dia tulis? Gua ngga peduli ama pendapat pendetanya, karena toh gua kenal juga kaga :p But I'd like to know my friend's opinion akan apa yang dipejengnya ituu.. Karena by knowing her opinions, gua bisa lebih mengenal dirinya lebih lagi.


Gua juga suka ama kata2 mutiara and I have my own opinion akan quotes2 favourite gua itu, tentang kenapa gua suka, bagian mana yang gua setujuin and mana yang ngga.

Ngga salah toh kalo gua hanya suka sebagian? Otree2 it's toh kalo gua punya pendapat yang beda? Kenapa harus jadi masalah, iya ngga? Karena toh gua ama tuh orang yang bikin quotes emang orang yang berbeda so wajar aja kalo kita punya pola pikir yang beda yang amat mungkin dipengaruhi oleh pengalaman hidup kita khan?


And part seperti itulah yang pengen gua tau dari temen gua karena I don't think we love something randomly :p


And by knowing the reasons why, we actually learn more about ourselves, our own likes and dislikes ;)


Oh well.. maybe gua itu terlalu punya banyak pendapat akan banyak hal, huahahahaha.. kadang untuk satu hal yang sama pun gua bisa punya pendapat yang berbeda yang kadang bikin gua bingung sendiri mana yang lebih gua "pegang" :p


Balik ke soal jokes.


Temen gua yang ngambil kuliah di bidang Psikologi pernah bilang ke gua, "Kadang kita itu lebih jujur ketika sedang becanda."

I know..

That is why I never like rude jokes, karena di balik lelucon itu tetap tersimpan sebuah kejujuran yang terselubung yang pengen diungkapkan oleh sang pelempar lelucon tapi ngga berani disampaikannya secara gamblang karena takut menyinggung sang pendengar.

Ada satu kata lagi yang gua ngga suka, homo.

And temen gua pernah mengucapkan hal itu tentang one of my family, bukan dalam pernyataan tapi lebih ke arah kalimat menggantung ngga jelas.

Gua marah ke dia.

It ain't funny, at all!

Di satu sisi gua ngertii.. kondisi yang sedang dia alami pada saat ituu, gua ngertii.. and gua udah nahan2in diri setiap kali jalan2 ke mall semua cowok itu terlihat seperti homo di matanya dia.

Itu aja sebenernya gua udah sebel ngedengernya. Tapi gua diam karena ya itu tadi.. gua ngerti kenapa dia bisa jadi kaya githu.

But when it comes to my family, heyy.. I need to draw some lines yang ngga boleh elo langgar, no matter how close we are!

You might be my very closest friends ever.. but kalo elo mess with my family, gua ngga akan ragu2 meninggalkan elo!

It's not an appropriate word to say about someone yang elo bahkan ngga tau githu lho.

Cuman sekedar omongan kosong tanpa bukti yang jelas?

Apa elo ngga bisa cari kata yang lain yang lebih "halus"?

Atau ngga.. ada hal yang lebih baik elo lakukan sih.. lebih baik elo telan aja tuh kata2 sebelon sempet elo lontarkan ke depan gua!

Ada satu hal yang gua sesali saat ituu..

Aaarrrggghhh.. kenapa abis itu gua ngga langsung ninggalin dia ajaaa!!

Huahahaha..

Coba kejadiannya sekarang, gua pasti langsung cabut ninggalin diaa..

Sayang itu kejadiannya pas gua masih 20an yang mana sisi ngga enakan gua itu masih gedeee bangets :p

Walau gua marah and kesel ama diaa.. in a wayy abis ngungkapin ketidaksukaan gua itu, gua jadi ngga enak sendiri karena udah bikin suasana jadi ngga enak, huehehehe..

Sebenernya ya boo.. gua lagi mikir2..

Kenapa kita harus marah ketika orang mengatakan hal2 yang buruk tentang diri kita?

Atau kenapa kita harus sedih mendengarnya?

Apa karena in a way kita ngerasa ada benarnya apa yang mereka omongin? Atau justru karena kita ngga ngerasa seperti itu?

Gua kadang mempertanyakan kepada diri gua sendiri.. kenapa gua ngerasa perlu untuk "meluruskan" pendapat orang lain tentang diri gua yang gua pikir mereka salah menilai gua?

Why is it matter so much to me tentang apa yang mereka pikirkan tentang gua?

Sekarang gua berusaha untuk lebih cuek sih..

Sutralah.. elo mo mikir apaan ya terserah. I know who I am (setidaknya lagi berusaha seperti itu, ahahaha) and whatever you think of me, won't change who I am anyway :p

Kemaren sore tiba2 gua kepikiran gini :

"Our words are somewhat the reflections of our souls.. so when we talk bad things about others, we actually reveal more about ourselves than the ones we talk about ;) *soo watch your tongue (and fingers), Indaahh! :p*"

Bukannya itu bener ya?

Ketika kita membicarakan keburukan orang lain dengan berapi2, bukannya secara ngga langsung kita itu udah mengungkapkan sisi diri kita yang suka membicarakan keburukan orang lain?!

Huahahahaha :p

Makanya sekarang gua menghindari nonton acara infotainment karena kalo nonton ituu kadang suka ngga tahan untuk ngga komentar menonton tingkah pola para selebritis yang kadang suka aneh bin ajaib ngga penting itu, ahahahaha..

I've known that side in me.

And dengan tetap menonton infotainment, gua akan semakin menyuburkan sisi diri gua yang suka menggunjingkan orang, and buat apa? Mustinya gua mengurangi kadar itu khan karena ini khan bukan sifat yang baik yang mana harusnya ya dibuang and bukan malah dipelihara :p

Banyak orang yang mungkin belon menyadari kalo what we are inside itu disadari or ngga, tercermin in every little thing we do or say in each and every little way :D

Jadi jadii.. be careful aja dhee..

Just pay a little bit attention on your surrounding and elo pasti akan bisa menangkap bahwa apa yang gua katakan itu bener *sok tau :p*

Okee dokee.. time to go shopping with my Mamii ^o^

Have a nice looong wiken all ;)

Topic ended : December 18, 2009 (9:46 am)

-Indah-
the soul traveller

Thursday, December 17, 2009

Behave Your Age?

Gambar diambil dari :
http://i.ehow.com/images/GlobalPhoto/Articles/2268656/1-main_Full.jpg

Topic starter : Kamis, 17 Desember 2009 (11:01 am)

Ada satu quote yang pernah dipejeng temen gua Onit di Multiply, gua copas dhe tuh quote :

""We did not change as we grew older, we just became more clearly ourselves." (Lynn Hall)

Kata2 yang menarik buat gua.

Karena sometimes seberapa sering sih seiring pertambahan umur kita itu berharap ntah diri kita ataupun orang lain, bisa berubah sesuai dengan apa yang kita mau, kalo perlu dengan satu lambaian tongkat sapuu.. berhubung kaga punya tongkat ajaib, wakakakak :p

Yupp..

Changes.

Kata2 yang kadang terdengar amat ngga nyenengin tapii kaga bisa dihindari karena satu2nya yang pasti di dunia ini adalah perubahan, iya ngga seeh? :p

Kembali ke quote ituu.. tapi ya mungkin bener jugaa..

Seiring dengan pertambahan umur, kita itu bukannya berubah menjadi suatu pribadi yang beda, namun kita lebih mengenali diri kita yang sebenernya yang mungkin aja lain dari apa yang selama ini kita pikir.

Menariknya dari being in your 30s adalahh..

Well.. udah menjadi "rahasia" umum bahwa mereka yang berusia 30an itu mulai lebih mengetahui tentang diri mereka.

Kalo usia 20an adalah usia2 pencarian jati dirii.. maka usia 30an adalah usia yang tepat untuk meletakkan landasan yang benar akan mau bagaimana diri kita nantinya :)

And rasa2nya gua mulai kemakan omongan teman gua juga dhe, huahahaha.. yang udah memasuki usia 30an lebih dulu hampir 2 tahun dibanding gua.

Gua pernah nanya ke dia, perubahan paling besar apa sih yang dia rasakan antara umur 20an ama 30an?

Terus temen gua itu jawab, "Gua sih berasanya sekarang ini gua makin cuek. Kalo emang gua suka ya gua lakukan, apapun yang orang lain bilang."

Hmm..

In a wayy.. gua juga ngerasa githu seeh beberapa waktu belakangan ini, ahahahhaa..

Gua ini sebenernya gampang ngga sreg-an ama sesuatu, mungkin bawaan the "idealist" part within me.

Cuman kadaangg.. berhubung gua ini juga tipe conflict avoider.. jadi sebisa mungkin untuk meminimalisir pertengkaran.. gua lebih cenderung diam aja walau ngga sukaa..

Tapii ternyataa.. ntah bawaan umur atau karena emang udah terlalu fed up selama ini harus surpressed my own emotions, belakangan gua malah lebih cuek sih.

I don't know is it a good thing or a bad one ya?

-paused on December 17, 2009 (4:14 pm)-

Topic continues : December 17, 2009 (7:40 pm)

Tapi dalam hitungan 2 minggu ini gua udah melakukan 2 hal yang I normally won't do.

Karena gua khan orangnya ngga enakan boo..

Kalo gua ngga ngomong apa2, bukan berarti gua setuju, lebih mungkin karena gua ngga enak ngomong ama elo kalo gua sebenernya ngga suka, huahahahaha..

*tipe yang ribets*

And ntah kenapaa..

Malam itu gua serasa "dituntun" untuk mampir ke profile page-nya temen gua and di sana gua menemukan nama gua dalam daftar yang ngga gua suka.

Well..

Gua ini orangnya rada "kaku" sih dalam beberapa hal.

Hal2 yang menurut orang lain biasa and not a big deal bisa jadi big deal for me.

Makanya kadang kalo gua ngga sreg ama sesuatuu..

Gua sering menanyakan pada diri gua sendiri, "Aduhh.. Indaahh.. gini aja kok dipermasalahin seeh?! Ini khan soal keciiill.."

Jadi akhirnya gua terpaksa mingkem sendiri sebelon sempet melontarkan ketidaksukaan gua ke orang lain.

Tapii malam itu mungkin jadi "ujian" buat gua.. kalo gua ngga belajar to speak up dari sekarang.. ntar di umur 40an gua mo jadi kaya apaa?!

Karena dalam kepala gua itu udah terbentuk suatu "image" akan wanita usia 40an yang udah knows herself and ngga gampang diporakporandakan ama pendapat orang.

Naahh.. untuk bisa mencapai fase 40an yang seperti itu khan gua harus meletakkan landasannya dari sekarang, iya toh?

Soo..

Gua mengesampingkan rasa ngga enak-nya gua and menyatakan keberatan gua ke temen gua itu.

Sebenernya sebelon ngirim message ke dia, gua sempet menimbang2 message yang gua tulis.. kira2 nyinggun perasaan temen gua yang terkenal sensi itu ngga yaa.. soalnya kalo gua udah ngga suka sesuatu khan susaaahh untuk bermanis2 ria ama orang, huehehehe..

Tapii gua pikir2 lagee.. bodo aahh.. gua udah ngga mo musingin reaksi orang lagi.

Kalo mereka ngga terima ya udah.

Mau gimana lagee toh?

Udah konsekuensi khan? :p

Ehh tapi tapii.. ternyata temen gua itu nanggapinnya biasa aja sih, walau well.. she's kinda changed afterwards.

Again gua jadi mempertanyakan ke diri gua.. perubahan diri gua ini sebenernya menuju ke arah yang lebih baik apa kaga sih yaa?

Karena sebenernya in a way gua ngerti sih kalo temen gua itu mungkin kesepian and mungkin dia nganggap gua itu teman baiknya *gr mode is on :p*

But still.. gua ngga sukaa apa yang dia cantumkan ituu, huehehehe.. jadi gua punya hak buat nolaks donks?

Lucunya yaa.. gua ngerasa umur 30an ini adalah fase kebalikan.

Kalo gua dulu lebih ngga enakan ngomong, gua berasa sekarang lagi "dilatih" untuk lebih frontal.

Sementara temen gua yang sama2 baru memasuki usia 30 malah kebalikan dari gua, huahahaha..

Temen gua itu dulunya selalu cuek aja kalo ngomong, apa yang ada dalam pikirannya itulah yang dikeluarin, eehh sekarang dia malah lebih ngga enakan buat ngomong ke orang :p

Lucu juga yaa..

But in a wayy.. I feel like I need this.

Untuk mencapai keseimbangan yang gua idamkan.

Gua udah terlalu banyak diam jadi mungkin sekarang saatnya untuk mulai bicara :p

*heran dhe orang2.. gua itu selalu ngerasa kalo gua pendiaaamm.. tapi temen2 gua itu pasti pada ngga setuju kalo gua bilang gua pendiam, mereka malah mikir gua tuh becanda pas gua ngomong kalo gua pendiam! JAdii.. jadii.. yang aneh itu sebenernya siapa seeh?! Ahahahaha :p*

Soo..

Kalo ditanyain..

Have I behaved my age now?

Hmm..

I don't know for I don't know how a 30s should behave either, wakakakakak..

Yaahh.. pastinya seehh berapapun umur kita, ngga salahnya untuk selalu melakukan hal yang mendatangkan kebaikan buat kita and orang2 di sekitar kita khan?

Walaupun kadang cara kita menyampaikannya mungkin terkesan ngga baik, huahahaha.. seperti cueknya gua di atas yang jadi ngga terlalu nimang perasaan orang lain lagee.. well, in a way gua khan udah membuat mereka belajar untuk bertoleransi dengan kelakuan gua, bukan?

Hihihihi..

There's always a bright side in everything if only you would take time to search for it ;)

Ciaoo..

Topic ended : December 17, 2009 (9:21 pm)

-Indah-
the soul traveller

Soul Traveller



Gambar diambil dari :
http://www.eckankarlouisiana.org/SoulTraveler.jpg


Topic starter : Thursday, December 17, 2009 (1:16 am)

Awalnya sih iseng aja gara2 ngeliat komennya si Ane di salah satu postingan gua yang she was jokingly asking who I was..

Tiba2 kepikiran..

Iya yaa.. kalo misalnya ada yang nanya ke gua, "Who are you?", jawaban macam apakah yang akan gua berikan ke orang itu?

Tau2 gua nulis gini yang gua pejeng di status FB gua beberapa waktu lalu :

"I'm just a soul traveller who's searching for another souls and make connections to those souls like my own to make me feel like I'm really not alone in this world ;) *jawaban yang aneh kah? :p*"

Kadang kerasa lucu juga betapa tangan gua itu bisa menerjemahkan dengan lebih cepat dibanding otak gua mikir, huahahaha..

Kidding.. karena biar gimana toh tangan bergerak itu atas perintah otak juga khan, ahahahaha..

But I like my answer..

Karena belakangan ini gua ngerasa salah satu pencarian gua di dunia ini adalah finding my own soul companions, atau mungkin lebih banyak orang yang menyebutnya soulmates, huehehe, but I like "soul companions" better, ntahlahh.. kesannya lebih gimana yaa.. lebih ngga pasaran, hihihi :p

And biar bisa nemuin my soul companion itu tentunya my soul harus berkelana, bukan? ;)

Gotta train my soul to get pass through the outer appearance and recognize the soul within karena kemasan luar itu seringkali menipuu..

Menarik juga..

Gua udah menemukan some of my quests of life by far, which are : balance, peace, happiness and soul companions, ahahaha ^o^

Mudah2an semuanya bisa mission's accomplished dhe sebelon my time on Earth has come to an end :)

Soo.. how about you?

Kalo ada yang nanya "Who are you?", jawaban apa yang akan kalian berikan? ;)

Topic ended : December 17, 2009 (1:48 am)

-Indah-
the soul traveller

Wednesday, December 16, 2009

Heading To Different Directions


Topic starter : Wednesday, December 16, 2009 (10:44 pm)

Beberapa waktu belakangan ini gua makin menyadari kalo gua and one of my best friends are now heading to different directions in our lifes.

It's interesting to see.. apakah perbedaan jalan yang kita tempuh ini akan tetap membuat kita berdua menjadi sahabat seperti sebelumnya, ataukah perpisahan menjadi sesuatu yang ngga terhindarkan?

Kalo elo nanya ke gua..

I don't mind that we're going on different directions karena gimana yaa..

Gua masih megang kepercayaan bahwa banyak jalan menuju Jakarta, ehh.. Roma :p

Walaupun jalan yang gua dan dia tempuh itu berbedaa.. namun somehow gua meyakini bahwa sebenernya ya kita sedang menuju arah yang sama.

I believe in many ways but she only believes in one way :)

Siapa yang bener? Siapa yang salah?

Haruskah ada yang benar dan ada yang salah?

Kenapa ngga dibiarkan saja bahwa gua ma dia emang berbeda..

Karena like it or not.. disadari atau ngga.. ya jelas laahh kita itu selalu mikir pendapat kita yang paling benar, huahahaha :p

Kalo ngga.. ngapain coba kita tetap stick to it khan? :p

Sebenernya gua sih ngga bermasalah mo gua ma dia berbeda gimana.

Dia mo menyatakan pendapatnya juga terserah, gua sih terima2 aja siapa tau dari pendapatnya itu gua bisa ngeliat sesuatu dari sudut pandang yang selama ini terlewatkan ama gua.

Yang gua ngga suka adalah ketika gua mulai merasakan ada unsur "pemaksaan" buat gua mengikuti jalan yang dia tempuh!

Aaihh.. helloo..

Kenapa juga gua harus mengikuti jalan dirimuu githu lhoo?

Sebenernya gua lagi mikir2.. kenapa yaa belakangan ini gua ngerasa perbedaan antara gua and dia itu semakin meruncing.

Apa yaa penyebabnya?

Apa karena gua yang belakangan ini makin nyolot? Hihihihi :p

Well.. you know..

Gua itu tipe penghindar konflik.. I hate fighting and arguing..

Ehh.. koreksii..

Gua benci beradu pendapat ama orang yang kaga bisa nerima perbedaan, dalam artiaann.. dia hanya mau gua ngeliat dari sisi pandang dia aja tanpa mo berusaha ngeliat sesuatu dari sudut pandang gua.

Aihh.. kalo cuman githu maahh males aja ngasih tau pendapat gua gimana, toh ngga bakal didengerin juga, jadi mending gua diam ajaa..

Cuman susahnya yaa boo..

Kadang orang tuh suka berpendapat kalo "diam" itu tandanya "setuju" :p

Aahh aahh.. kok gua jadi ngomel2 di sini yaa?

Huehehehe..

Ngga tau yaa.. kadang gua suka sebel ama orang yang nganggap dirinya itu paling benar.

Karena gua selalu berprinsip..

Well, if you think that's the right thing for you, then go ahead.. just do it!

Tapii.. jangan paksa gua untuk melakukan hal yang samaa..

Karena apa yang "benar" menurut elo khan belon tentu "benar" juga menurut gua, iya toh?

Aarrgghhh.. jadi kesel lagee kalo inget kejadian ituu..

Hmmpphh..

Sebenernya kalo dipikir2.. antara gua dengan dirinya itu kombinasi yang bagus untuk sama2 belajar menuju sisi keseimbangan.

Karena at times we're totally the opposite of each other boo!

Contohnyaa..

Gua itu tipe yang questioning almost anything sementara dia itu tipe yang questioning almost nothing!

See?

How imbalance kita berdua ini sebenernya? :p

Karena there are some things we shouldn't question and there are some other things that we need to question!

Masalahnyaa..

Which one which?!

Huahahahaha :p

Tapii yaa.. sutralaahh.. let her be in her peace and me be in mine ;)

Mungkin emang jalan pembelajaran kita itu ya berbeda.

I learn my lessons by questioning and hopefully will find some answers.

And mungkin jalan pembelajarannya dia ya itu tadii.. just believe without questioning anything at all.

And I can't say mine is the rightest way to reach the destination.

All I can say is.. my way is the most suitable way for me, whether you approve it or not.. it's not my problem :p

Karena at the end of the dayy.. on our Judgement Dayy.. kita hanya akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita and jalan yang udah kita tempuh, and bukan jalan orang lain khan? ;)

Soo.. go ahead then..

Just go your own way.. just go wherever your heart leads you to walaupun banyak orang yang mungkin akan mencoba menarik elo untuk melewati jalan mereka.

Tapii.. kalo elo ngerasa jalan mereka bukanlah jalan yang harus elo tempuh.. kenapa harus maksain diri toh?

Soo.. my best friend..

I'm really looking forward about where our friendship's gonna turn?

Is it over now?

Or there's still a chance for us to continue our journey together even though we might have totally different opinions on "important" matters? ;)

Semoga seehh jangan berakhir boo.. kita khan udah temenan lamaa.. masa cuman gara2 hal ini aja musti berpisah? Huhuhuhu..

Tapii tapii.. mending ngga usah ngomongin hal itu lagee dhee.. toh kita masing2 udah tau pendapat satu sama lainn yang emang bertentangan.. soo.. ngga usah dibahas aja gimana?

Setujuu? Setujuu?

*harap2cemas.com*

Topic ended : December 16, 2009 (11:48 pm)

-Indah-
the soul traveller

Smiley Faces



Now I finally get it why I love drawing smiley faces.. cause in times when I'm feeling so down.. seeing those smiley faces, somehow.. I feel like as if they're 'talking' to me..

Heyy.. Indah, whatever problems you're having right now.. we can be happy! You see me smiling, right? I'm your innerself and I'm a happy one.. so you can be one happy soul, too! Just hang on a little longer, alright, girl? Things will finally be alright in the end.

I know this sounds silly for those smiley faces can't talk, ahahaha :p

But I guess that is why I can't get rid of the imaginary side within me for at times that side of me is the one who holds me tight from crashing down to the ground :p

Oh well.. this is me.. so I think I just have to accept it, right, for I can never be anyone else but me ;)

-Indah-
October 27, 2009
12:00 pm

Tuesday, December 15, 2009

Dress Your Own Age?


Topic starter : Selasa, 15 Desember 2009 (7:08 am)

Beberapa Sabtu lalu pas lagi pergi ama Gwen and Michelle dalam rangka merayakan ultah Gwen seminggu sebelonnya, kita menghabiskan waktu makan di resto dekat rumah Michelle, abis itu pergi ke salah satu mal baru yang belon lama dibuka yang masih ada di daerah rumah Michelle di kawasan Utara Jakarta.

Nih mal sebenernya belon terlalu rame, jadi enak aja jalan2 di sana, ngga terlalu crowded, huehehehe..

Di mal githu otomatis ngunjungin toko2 donks, berhubung kaga ada yang demen elektronik jadi tuh toko otomatis dilewatkan, huahahaha.. jadi ngidernya cuman dari satu toko baju ke toko sepatu terus masuk ke toko baju lainnya lalu mampir ke toko sepatu berikutnya.

Lhoo?

Kok ngidernya di situ2 aja yaa? Ahahahaha :p

Anywayy.. pas ngeliat2 baju githu gua demen ikutan milih2in baju yang menurut gua bagus buat si Gwen ama Michelle.

Tentu aja selera gua adalah yang bermotif, colourful and modelnya yang kaga simpel dhe, huahahaha.. totally opposite dari apa yang biasa mereka beli kalo belanja sendiri :p

Ada satu omongan si Michelle yang menarik ketika kita keluar dari salah satu toko baju.

Michelle bilang, "Aduhh.. gua berasa kaya Enci2 kalo pake baju kaya githuu.."

"Ermm.. helloo, Michellee.. we're already in our 30s githu lhoo! Udah sepantasnya kita pakenya yaa model baju yang kaya githuu!"

"Aahh.. tapii gua berasa itu lebih cocok buat umur 35an!"

Huehehehe..

Mungkin sih karena dia ngga terbiasa aja kali yaa soalnya ngeliat nyokap and saudari2nya ituu.. mereka juga gaya berpakaiannya yang simple so in a way mungkin Michelle yang udah terbiasa ngeliat gaya berpakaian para wanita di keluarganya yang seperti itu, jadi rada "kaget" aja kalo harus berpakaian dengan gaya yang sebenernya udah biasa bangets dipakai oleh wanita muda di umur 25an, ahahaha..

Well.. sementara nyokap gua itu udah biasa pake baju dengan berbagai macam motif, jaraaaaaaaaaang bangets yang polos, ahahaha.. jadi in a way yang menurut Michelle udah termasuk kategori "heboh", menurut gua sih biasa2 aja, bukan karena gua udah terbiasa ngeliat yang lebih heboh dari itu, hihihi, tapi lebih karena gua udah biasa ngeliat yang dibilang Michelle 'heboh' itu :p

And ngomongin soal baju inii.. ada satu kejadian lucuu :p

Kadang kalo pergi2 khan nyokap suka beliin gua baju.

Suatu harii.. nyokap beliin gua baju bukan model kaos, warna item motif bunga warna ungu kuning githu.

I kinda like it, hihihi..

Baru sekali gua pake, nyokap nanyain tuh baju ke mana terus dia minta balik githuu..

Gua penasaran lhaa? Kok diminta baliiikk.. padahal khan gua sukaa, huhuhu..

Ternyataa oohh ternyataa.. tau ngga kenapa nyokap minta balik tuh bajuu?

Ya jelas ngga bakal tau kalo ngga gua kasih tau yaa, ahahaha :p

Jadii.. nyokap minta balik ituu karenaa..

Pas nyokap ke gereja, ada Tante2 around nyokap's age yang pake baju yang sama persis dengan yang nyokap beliin buat gua itu!!

Huahahahaa.. huahahahaha..

I can't stop laughing, hihihi..

Tapi gua bilang ke nyokap kalo gua sukaa ama bajunya jadi cueks ajalah biar kata samaan ama Oma2 (well, dia udah punya cucu, jadi udah pantes disebut Oma donks :p), ahahaha..

Tapii.. gua jadi mikirr..

Emang sebenernya batasan umur untuk baju2 model tertentu tuh gimana seeh? :p

Kalo kasus tuh bajuu.. apa gua yang make baju yang older than my age atau si Oma itu yang pake baju waayy younger than her age?

And does it really matter anyway?

Andai emang tuh baju diperuntukkan buat women around my age.. apa hak gua untuk ngelarang kalo si Tante-Oma itu mo pake baju yang sama? Yaa.. siapa tau dia demen githu lhoo.. Mungkin dulu pas jaman dia muda kaga ada baju model githuu :D

And andai gua make baju yang untuk umur 40 something.. well.. emang ada larangan githuu kalo as a woman in my 30, gua ngga boleh make baju yang pangsa pasarnya untuk wanita yang older than me? :p

In the end.. semuanya itu kembali ke soal selera and seberapa nyaman elo memakai apa yang elo pakai, bukan?

Gimana dengan omongan orang?

Cuek ajaa.. kita dress up our own ages juga akan selalu ada orang yang nyinyir mengomentari penampilan kita, no matter how gorgeous we look, huahahahaha :D

*emang kapan tampil gorgeous-nya yaa? :p*

Jadi? Jadii?

Happy hunting baju dhee ^o^

Gambar diambil dari :

http://www.rainbowdressup.com/photos/daphne-dressup.jpg

Topic ended : 15 Desember 2009 (7:50 pm)

-Indah-
the soul traveller

Monday, December 14, 2009

Blog Baru.. Again!!

Ahahaha.. ahahaha.. yoii neehh.. akhirnya gua mutusin buat back to Blogger again soalnya ngga nahaaann boo ama template-nya yang oohh soo luthu2 :p

Duluu bangets gua pernah bikin blog di Blogspot juga sih cuman *eheemm* lupaa ama username and password-nya, hehehe.. gua lupa dhe pertama ngeblog itu di Blogspot ama di Blogdrive.

Pastinya sihh.. mudah2an walau nebar blog di sana sinii.. gua bisa konsisten ngisinya :)

Soo..

Selamat datang di :

http://my30s-world.blogspot.com

Sesuai dengan alamat blognya, di sini isinya yaa tentang gua in my 30s, jadi mustinya nih blog sedikitnya harus tetap bertahan selama 9 tahun 9 bulan mendatang, huahahaha :p

Belon ada ide mo nulis apaan.. apakah bakal segmented (kayanya ini sih bakal gagal secara gua ngga bisa dikotak2in githuu.. serasa terkurung and ngga bebas ;p) atau seperti biasaa.. gado2 style, which is more like me ^o^

Itu dipikirin nanti aja dhee..

Tadinya mo nge-launching nih blog di awal tahun 2010 sebagai awal memulai tahun tapii.. musti booking alamat blognya dulu sebelon diambil orang lain, ahahaha :p

Dan lagee.. besok gua genap 30 tahun 3 bulan soo.. it's another great way to start juga khan ;)

Okee dokee.. see you in my other entries ^o^

Ciaoo..

-Indah-
the soul traveller