~when everything seems like it's falling apart, that's when God is putting things together just the way He wants it~ (unknown)
RSS

Wednesday, December 30, 2009

Take For Granted

Gambar diambil dari :
http://pravstalk.com/wp-content/uploads/2008/12/pravs-j-never-take-someone-for-granted.jpg

 Topic starter : Selasa, 29 Desember 2009 (11:02 pm)

Gua lagi mikir belakangan ini, dipicu oleh salah satu gift request yang dikirim temen gua di FB.

Kenapa yaa ketika sesuatu begitu mudah didapatkan, tanpa kita sadari.. kita cenderung menyepelekan keberadaannya?

Ketika kita ngga bisa menghargai sesuatuu.. itu sebenernya lebih karena kita yang ngga bisa mensyukuri apa yang kita dapatkan atau lebih karena kita kurang "memandang" orang yang memberikannya ke kita?

Gua tau bahwa "words, sooner or later, will lost their meaning kalo ngga dibarengin ama actions.. but actions without words itu juga bisa bikin pesan yang ingin disampaikan ngga sampai di tujuan!"

Jadi again.. keduanya itu penting once in a while.

And jadi ngga nyambung ama judul, ahahahaa :p

Tapi begini ceritanyaa..

Ada satu temen FB yang hobi bener ngirimin gua gift requests dari mulai bunga, smileys, gifts dari game2 yang gua mainkan terus food and banyaaakk lainnya.

Dari awalnya seneng sampe akhirnya gua ngerasa "tercekik" sendiri musti nerimaan satu per satu gift yang dikirimkan temen gua, huehehehe.. jadi jadii.. tega2in dhe sesekali gua ngeklik "ignore all" and abis itu emang ada perasaan bebaaaaaasss merdeka bangets :p

Anywayy..

Beberapa hari lalu gua mendapatkan another gift request dari temen gua yang lainnya and seiring dengan request-nya itu dia menambahkan pesan yang kurang lebih bilang :

"Elo tau khan gua ngga terbiasa membalas request yang dikirimkan buat gua. Tapi kali ini gua ngirimin nih request bukan hanya demi membalas, tapi karena gua ingin."

Ntah kenapaa.. kalimat yang dia kirimkan itu "menyentuh" gua.

And rasanya that one request itu berarti banyaaaakk bangets dibanding request2 lainnya yang sering bangets dikirimin ama temen gua yang satunya lagee :p

Tapi gua jadi mikir2 boo..

Gua ini kok pilih kasih yaa, huahahahaa :p

Emang sih that one request itu berarti bangets karena gua tau sang pengirimnya itu bukan tipe yang sembarangan mengirim sesuatu so ketika dia mengirimkannyaa.. artinyaa.. dia bener2 berniat mengirimkannya, karena you know.. terkadang khan kita mengirimkan requests itu cuman buat membalas request yang kita terima dari orang lain.

Tapii.. dipikir2.. lhaa.. seumur2 itu dia cuman "inget" gua itu satu kali, huahaha.. sementara temen gua yang satunya lagi itu berarti lebih sering memikirkan gua donks karena gua bisa dapat banyak bangets request dari diaa :D

And you know what.. ini membawa gua pada pengertian mendasar tentang "bersyukur".

Seringkali mungkin tanpa sadar kita itu hanya mensyukuri hal2 "besar" yang frekuensinya termasuk jaraaang terjadi dalam hidup kita sementara untuk every little things which happens everyday, we start taking them for granted, seakan2 itu semuanya memang udah seharusnya ada di sana untuk kita nikmati soo why bother being grateful akan keberadaannya?!

Seberapa sering coba kita bangun di pagi dan mengucap syukur bahwa kita masih diberikan suatu kehidupan, hari yang baru, kesempatan untuk kembali bernapas dengan jantung yang senantiasa berdenyut, mata yang masih bisa melihat, mulut yang bisa dipakai untuk berbicara, telinga yang masih berfungsi untuk mendengar, kaki yang masih mampu menopang tubuh untuk berjalan, dan lain sebagainya..

Kalo gua sih? Jaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaanggggg bangets!

And you know what, D?

Menurut gua salah satu orang yang paling berbahagia dalam hidupnya adalah orang yang senantiasa mengucap syukur akan segala sesuatu dalam hidupnya.

Bukan soal seberapa banyak yang dia miliki atau seberapa besar pencapaiannya dalam hidupnya karena banyak orang yang di mata orang lain tampaknya memiliki "all the things ones ever wanted" tapi tetap aja ngga berbahagia dengan hidupnya.

Tapi lebih pada kemampuan orang itu untuk menyadari apa yang dia miliki dan mengucap syukur atasnya.

Percaya dhee.. kalo baru ngerasa "perlu" bersyukur nantii kalo udah punya ini itu atau mencapai ini ituu.. kita ngga akan pernah bersyukur :p

Karena apaa?

When is enough is enough?

There's always something more that we want.

Salahkah menginginkan lebih?

Tentu tidak.

Tapii iya, itu jadi salah kalo elo menjadikannya sebagai tolak ukur kebahagiaan ;)

And gua rasa quote  yang ada di gambar postingan kali ini dengan tepat menggambarkan sesuatu yang penting bangets tapi sering terlupakan.

"Never take someone for granted. Hold every person close to your heart because you might wake up one day and realize that you've lost a diamond while you were too busy collecting stones." - Pravsworld.com

Define.. define things yourself.. and sesekali dalam perjalanan, tanyakan ke diri sendiri, is it really worth it?

Jangan2 selama ini lebih sibuk mengejar sesuatu yang sebenernya ngga penting buat kita and malah meninggalkan apa yang penting di belakang!

Huaa.. itu khan namanya kebaliiikk :p

*hmm hmm.. lagi mikir kok postingan gua antara awal, tengah and akhir itu kaga nyambung yaa?!*

Huahahahaha..

Topic ended : 30 Desember 2009 (12:52 am)

-Indah-
the soul traveller

6 raindrops:

eka wijayanti said...

Menurut Indah, mana yang baik? Mengejar sesuatu yang penting atau mengejar sesuatu yang membahagiakan?

-Indah- said...

Hmm.. kalo buat gua pribadi yaa, Kaa.. sesuatu yang penting buat gua ya mustinya apa yang gua pikir bisa mendatangkan kebahagiaan buat gua, ahahaha..

Jadii.. keduanya harus seiring sejalan ;)

Ibaratnyaa.. buat apa gua ngejar sesuatu yang penting tapi ngga membahagiakan.. and kalo ngejar sesuatu yang membahagiakan, bagaimana bisa gua ngga menganggapnya penting :D

Kalo buat elo sendiri gimana, Neng? ^o^

eka wijayanti said...

Pertanyaan ini sebenarnya sudah berkali-kali mampir setiap berkali-kali saya menolak tawaran bikin buku anak dan menjadi ilustrator. Lalu orang lain sibuk bertanya "kenapa tidak kamu ambil?" kemudian saya jawab dalam hati, "pentingkah?".
Buat saya, sudah cukup saya menggambar untuk "dibayar", maka yang satu ini biarlah saya melakukannya hanya untuk bersenang-senang. Apakah ini artinya saya hanya mengejar kesenangan. Sementara kalau saya terima tawaran-tawaran itu, mungkin saja apa yang saya kerjakan menjadi penting dan untuk kepentingan orang banyak (khususnya anak-anak).

Indah, ini komentar apa sesi curahan hati?

-Indah- said...

Hmm.. Kaa.. kalo gua boleh menyimpulkan dari "curcol" elo di atas.. sepertinyaa yang 'penting' buat elo saat ini adalah ya itu.. menggambar hanya untuk kesenangan.

Untuk kalimat elo selanjutnya yang bilang "mungkin saja apa yang saya kerjakan menjadi penting", pertanyaannya adalah "penting" untuk siapa? Elo apa orang lain?

Kesannya egois sih ya kalo kita mendahulukan kepentingan kita di atas kepentingan orang lain tapi terkadang kita perlu melakukannya untuk kebahagiaan kita karena kalo bukan kita yang membahagiakan diri kita, siapa lagi? ;)

Karena "seni" kadang ketika dikaitkan dengan "uang" kadang ada something's missing.. the sense of joy and freedom karena ada benturan2 kepentingan.

*huehehehe.. sok tau yaa dirikuu, ahahaha :p*

And gua selalu percayaa.. there's a time for everything.. mungkin bukan sekarang, tapi later? Siapa tau elo bakal berubah pikiran? :D

Only you and time can tell ;)

(kira2 komen gua nyambung ngga sih, Kaa?! Ahahaha.. udah panjang lebar gini taunya kaga nyambung, wakakakakak..)

eka wijayanti said...

Hihi Indah... Kau membuatku merasa, besok-besok harus curhat disini saja.

-Indah- said...

Ekaa.. ahahaha.. psstt.. tidak ada yang bisa membuat elo merasakan sesuatu kalo elo ngga mengijinkan rasa itu hadir dalam dirimu, Kaa..

*lhoo? lagi2 komen ngga nyambung, wakakakakak :p*

Post a Comment

thank you for coming and reading.. would love to hear your thoughts on the related post ;)