~when everything seems like it's falling apart, that's when God is putting things together just the way He wants it~ (unknown)
RSS

Saturday, February 27, 2010

Enjoy Aja : Power Point

 

Topic starter : Saturday, February 27, 2010 (11:01 pm)

Aahh.. I almost forget how I used to love making pictures using Power Point, huehehe..

*that's because I don't know how to use Photoshop, wakakakak :p*

So earlier tonight when I was browsing some old posts in my blogs.. I found many pictures I made for the header of my blogs.

And suddenlyy.. I miss making them again.

Soo.. the hunting of images begins again, ahahaha :p

Don't know when this will last but as for right now..

I just want to enjoy this ^o^

Topic ended : February 27, 2010 (11:03 pm)

-Indah-
the soul traveller

Friday, February 26, 2010

QoD : Sorry

Picture is taken from :
http://community.brandrepublic.com/blogs/campbelllacebetablog/grusskarte_sorry.jpg

Topic starter : Friday, February 26, 2010 (6:37 pm)

Sometimes I do wonder, when someone says, "I'm sorry"..

What is it that they feel sorry about?

What's their sorry for?

What's the reason behind their sorry?

Cause for me..

The "reason" is far more important than the words themselves.

Haha.

Are you sorry because you realize you're saying the wrong things?

Or are you sorry more because of the effect of your words?

For sometimes when I say I'm sorry, I'm not sorry for the words I say cause I say what I mean and I mean what I say.

But I do feel sorry if what I say somewhat makes you feel uncomfortable or uneasy or sad or even mad at me, huhu..

For talking itself sometimes is cheap, especially for the smooth-talker who can easily produce such sugar-coating words.

It's the intention that makes the difference.

Don't you think?

Oh, btw, don't have to agree with me anyway, ahahaha :p

Topic ended : Friday, February 26, 2010 (6:43 pm)

-Indah-
the soul traveller

Thursday, February 25, 2010

Capung

Gambar diambil dari :
http://thumbs.dreamstime.com/thumb_166/1184947504HFGxBm.jpg

Topic starter : Kamis, 25 Februari 2010 (9:05 am)

Ada apaan yaa, hari ini kok ada banyaaak bangets capung yang berterbangan?

Lucunyaa.. gua ngelirik2 ke tempat tetangga kok pada bebas capung?

Kenapa tuh capung2 pada terbangnya di rumah gua aja?

*hmm*

Pertanyaan ngga penting di pagi hari, hihihi..

Pagii semuanyaa ^o^

Topic ended : 25 Februari 2010 (9:06 am)

-Indah-
the soul traveller

Wednesday, February 24, 2010

CoD : Careful With Your Words

Picture is taken from :
http://blueroof.files.wordpress.com/2007/05/careful.png

Topic starter : Wednesday, February 24, 2010 (9:50 am)

Be careful with your words for your words are the reflection of your soul.

If you don't want people to know much about yourself, keep your words for yourself, ahahaha :p

For sometimes.. we reveal more about ourselves in our given opinions.

And I always think everyone only responsible with what they say.

We're NOT responsible for what others might think about what we say.

I mean, if I'm not referring in anyone in particular, if you feel offended about what I say, shouldn't you reflect why do you have to be offended by me?

The way we respond something reflects more about ourselves than about people who say things about us.

No matter how "good" our words are, there might be people out there who will take it the "wrong" way.

And no matter how "bad" our words are, some people might see the "good" thing in them.

So?

I still think.. just release the message free, ahahaha..

And let it find its needed soul.

Either you mean good or not, there's always people who will misinterpret your intention.

What's more important for me is.. I know my own intention.

And as for the receivers?

Let them deal with that themselves, ahahaha..

Life's too short to take care of others problems as our own as well :p

Let's just enjoy the rain ;)

Topic ended : February 24, 2010 (10:32 am)

-Indah-
the soul traveller

Tuesday, February 23, 2010

Enjoy Aja : Doa Soal Jodoh

Gambar diambil dari :
http://www.arenaflowers.com/product_image/large/3217-the_one.jpg

Topic starter : Selasa, 23 Februari 2010 (9:00 pm)

Sering ngga sih denger soal doa minta jodoh yang kaya gini :

Tuhan, kalo dia jodoh saya, dekatkanlah..
Kalo dia bukan jodoh saya, jauhkanlah..

Nah naahh.. you know.. jangan pernah doa macam githu kalo belon siap dengar jawaban Tuhan karena believes me.. kadang Tuhan itu ngejawabnya cepeeett bener and ketika tau2 kita dijauhkan ama yang kita tanyakan itu, huahahahahahaa..

Yaa.. terimalah jawaban Tuhan, kalo emang itu yang diminta ;)

*sambil siap2 gigit jari, wakakakakak :p*

Otree?

Topic ended : 23 Februari 2010 (9:03 pm)

-Indah-
the soul traveller

QoD : Truth

 
Picture is taken from :
http://i.treehugger.com/images/2007/10/24/idol-07-winner-truth-ucs.gif

Topic starter : Tuesday, February 23, 2010 (9:23 am)

Do you think the truth hurts because we've been living in lies for too long?

Cause if we're used to be true one to another, shouldn't it be less hurt even though what we hear might not be the one we've been expecting?

*hmm*

Topic ended : February 23, 2010 (9:27 am)

-Indah-
the soul traveller

Monday, February 22, 2010

QoD : Laughing

 
Picture is taken from :
http://www.laughinglaura.com/images/laugh_your_way_.jpg

Topic starter : Monday, February 22, 2010 (8:41 am)

Why do we laugh at others' failures while in fact oftentimes we did the same mistakes and we got mad having people laughed at our misfortunes?!

Topic ended : February 22, 2010 (8:43 am)

-Indah-
the soul traveller

Saturday, February 20, 2010

Books : Momo

 
Gambar diambil dari :
http://www.nongpangbook.com/shop/n/nongpangbook/img-lib/spd_20081124152714_b.jpg


Topic starter : Sabtu, 20 Februari 2010 (8:36 am)

Akhirnyaa.. kemaren selesai juga baca ulang "Momo", huehehehe.. ini bukan pengulangan yang pertama and setiap kali selesai membacanya, gua selalu berkesimpulan : nih buku bagus!!

Momo..

Mungkin judulnya bagus juga kalo ditambahin menjadi "Momo : Sebuah Kisah Tentang Waktu", ahahahaha..

Menariknya adalah.. Momo yang dikarang oleh Michael Ende ini pertama kali diterbitkan tahun 1973 yang artinya tahun ini Momo mengarungi tahun ke-37nya di dunia ini and guess what.. ceritanya masih tetap menarik and somewhat I still can relate with the story!

Hebat yaa!

Gua coba menggali2 kenapa cerita ini masih kerasa "feel"-nya walau kondisi di mana cerita ini pertama digulirkan tentunya beda donks ama jaman sekarang di tahun 2010, lha tapi kok tetap aja kerasa ada benang merahnya.

Really, buat yang belon pernah baca "Momo", kalian harus segera mencari buku yang satu ini and membacanya karena walau bisa dikategorikan sebagai cerita anak tapi "pesan" yang terkandung di dalam ceritanya itu baguss bangets!

Gua akan kasih beberapa cuplikan dari bukunya yang berkesan buat gua, and berikut ini adalah cerita yang ada di backcover-nya, dari buku terbitan Gramedia bulan Juli 2004.
~.*.~

Kisah Momo berlangsung di negeri khayalan yang tidak terikat waktu dan tempat, di masa kini yang abadi. Namun ceritanya bukan mengenai pangeran, penyihir dan peri. Kisah Momo diangkat dari kehidupan kita sehari2. Dunianya adalah sebuah kota besar modern di selatan Eropa.

Gerombolan "tuan kelabu" yang menakutkan sedang beraksi. Mereka mendesak semua orang untuk semakin banyak menghemat waktu. Namun sebenarnya mereka mencuri waktu yang telah dihemat itu. Padahal waktu adalah kehidupan, dan kehidupan berpusat di dalam hati. Semakin giat orang2 menghemat waktu, semakin hambar dan dingin kehidupan mereka, dan semakin asing pula mereka satu sama lain.

Anak2lah yang paling merasakan pudarnya kasih sayang dan hilangnya kebersamaan. Namun protes mereka tidak dihiraukan. Ketika keadaan bertambah genting dan dunia seakan sudah berada dalam cengkraman para "tuan kelabu", Empu Hora, sang pengelola waktu yang misterius, memutuskan turun tangan, Tapi ia membutuhkan bantuan anak manusia.

Momo, gadis cilik dalam kisah ini, berjuang seorang diri melawan pasukan "tuan kelabu". Hanya bersenjatakan sekuntum bunga dan ditemani seekor kura2, ia berhasil tampil sebagai pemenang. Seluruh waktu yang selama ini disekap dikembalikan kepada pemilik masing2. Dunia yang nyaris celaka dapat diselamatkan.

~.*.~

Hasil dari baca ulang nih buku, tetap aja lho gua terkesan ama prinsip Beppo Tukangsapujalanan karena apa yang dikatakannya itu mantapss bangets!

Emangnya Beppo ngomong apa toh?
=..=

(Mari kita lihat di halaman 42)

"Begini, Momo," Beppo akan berkata, "Kadang2 jalanan membentang panjang di depan kita. Dan kita pikir jalanannya panjang sekali, takkan ada yang sanggup, begitu kita pikir."

"Dan habis itu kita mulai terburu2. Semakin lama kita semakin terburu2. Dan setiap kali menoleh, kita melihat bahwa jalanan yang belum dikerjakan tetap saja panjang. Dan kita semakin kalang kabut, kita mulai ketakutan, akhirnya kita kehabisan napas dan tidak sanggup meneruskan pekerjaan. Dan jalanan tetap saja membentang. Itu cara yang keliru."

"Kita jangan pikirkan jalanan sekaligus, kau mengerti? Pikirkan langkah berikut saja, tarikan napas berikut, ayunan sapu berikut. Lalu yang berikutnya lagi. Dengan cara itu, pekerjaan kita akan menyenangkan. Itu penting, sebab kita jadi bekerja dengan baik. Dan begitulah seharusnya. Tiba2 kita sadar bahwa seluruh jalanan sudah selesai dikerjakan, selangkah demi selangkah. Kita sendiri tidak ingat bagaimana caranya, dan kita juga tidak kehabisan napas. Itu penting."

=..=

Nah naahh.. dengan "ajaran" seperti ituu.. gimana gua kaga jatuh cinta ama kisah Momo?

And buat yang bingung kenapa juga menyinggung ayunan sapu segala, lhaa? Si Beppo khan lagi menceritakan "prinsip"-nya dalam menyapu jalanan, ahahahaa.. tuh dari nama panjangnya khan ketahuan kalo Beppo bekerja sebagai tukang sapu jalanan.

Ada satu lagi penjabaran di nih buku yang menggelitik gua untuk mencatatnya di sini.
=..=

(Diambil dari halaman 88)

Belakangan ini anak2 yang datang semakin sering membawa berbagai mainan yang tidak bisa dipakai bermain, misalnya tank yang bisa dijalankan dengan kendali jarak jauh, tapi tidak bisa digunakan untuk apapun selain itu. Atau roket2an yang bisa terbang berputar sambil diikat pada sebuah tongkat, tapi tidak mempunyai kegunaan lainnya. Atau robot kecil dengan mata menyala yang bisa melangkah sambil memutar2 kepala, tapi tidak bisa melakukan apa2 selain itu.

Mainan2 mahal seperti itu tentu saja tidak pernah dimiliki oleh teman2 Momo - apalagi Momo sendiri. Semuanya begitu sempurna sampai ke hal yang sekecil2nya sampai2 tak ada lagi yang perlu dibayangkan sendiri. Anaka2 memang memperhatikan semua mainan yang berputar, berjalan, atau berdesir itu sampai berjam2 lamanya - dengan setengah terpukau, setengah bosan - tapi tanpa memperoleh ide baru. Dan akhirnya mereka kembali ke permainan2 lama, yang hanya memerlukan beberapa kardus, atau sepotong taplak yang sudah terkoyak, atau gundukan tanah, atau segenggam kerikil. Sisanya bisa dibayangkan sendiri.

=..=

Wakakakakak.. wakakakakak..

Baca rentetan kalimat di atas itu gua pengen tertawa meringis, huehehehe..

Tidakkah kondisi di atas mengingatkan kita pada kondisi yang kita alami sekarang?

Anak2 ngga butuh banyak untuk "bermain" karena dengan benda seadanya dan bantuan daya imajinasi, hal2 sederhana bisa jadi jalinan cerita yang menyenangkan yang melambungkan khayalan mereka ke udara dan mereka menikmati betapa cerita terus bergulir tanpa skrip.

Ada satu lagi yang juga sama  menggelitiknya.

Jadi Momo dianggap sebagai "ancaman" oleh para tuan kelabu, karena Momo itu punya kelebihan dalam "mendengarkan" yang mana ketika salah satu anggota tuan kelabu berusaha menarik Momo untuk ikut "menabung" dalam bank waktu milik mereka, tanpa disadari justru sang agen itu kelepasan ngomong hal yang ngga boleh diucapkannya karena keberadaan mereka harusnya luput dari perhatian orang2.

Naahh.. sang agen berusaha membujuk Momo dengan sebuah boneka, bukan boneka biasa melainkan sebuah boneka yang besarnya hampir menyamai Momo dengan penampilan seperti perempuan muda yang gaya mengenakan baju merah dengan rok pendek serta sepatu tali dengan hak tinggi.

Boneka ini hanya bisa mengucapkan 3 kalimat.
=..=

(Dari halaman 103)

"Halo, aku Bibigirl, boneka yang sempurna."

"Aku milikmu. Semua anak iri padamu karena aku."

"Aku ingin lebih banyak barang lagi."

=..=

Sang agen juga menghadiahkan Momo berbagai macam baju untuk mendandani Bibigirl, tak lupa disediakan juga berbagai macam aksesoris macam tas lengkap dengan lipstik dan tempat bedak sungguhan lalu raket tenis, tv, pistol, topi, tongkat golf, buku cek, botol parfum, busa mandi.
=..=

(Halaman 108)

"Kaulihat sendiri semuanya mudah sekali. Asal selalu ada barang baru, kau takkan pernah bosan. Tapi barangkali kaupikir Bibigirl yang sempurna ini pada suatu saat akan memiliki segala2nya dan setelah itu kau akan bosan lagi. Tenang saja, Nak, jangan kuatir! Kita masih punya teman yang cocok untuk Bibigirl. Ini Bubiboy! Untuk dia juga ada aneka macam perlengkapan. Kalau ini juga sudah mulai membosankan, kita masih punya teman perempuan Bibigirl, lengkap dengan barang2 khusus untuknya. Bubiboy sendiri juga punya sahabat.."

=..=

Ahahahaha.. ketika membaca yang di atas ituu.. tidakkah mengingatkan pada sesuatuu?

Ituu tuhh.. boneka perempuan dengan image bodi aduhaii..

Gua ngga akan nyebut merk dhe daripada ntar kena kasus, wakakakak.. but, you surely know what I mean khan? :p

Atau satu perkataan Momo yang menyentak sang tuan kelabu.
=..=

(Dari halaman 110)

"Apa ini, apa ini? Kau belum puas juga? Kalian anak2 jaman sekarang memang banyak menuntut! Coba katakan pada saya, apa yang masih kurang pada boneka yang sempurna ini."

"Sepertinya, boneka itu tidak bisa disayangi, tapi aku sayang teman2ku."

=..=

Dan lagi2 kata2nya bikin gua tercenung.

Mungkin..

Kemajuan teknologi sekarang ini secara ngga kita sadari untuk menjauhkan kita dari apa yang penting untuk kita yaa.

Dibanding berinteraksi langsung dengan mereka yang kita sayangi, kita malah sibuk menghabiskan waktu di depan perangkat elektronik ini, ya ya yaa.. seperti yang sedang gua lakukan sekarang ini, huahahahaa :p

Emang sih ada semacam "kepuasan" tersendiri berkutat di sini, tapii.. betapapun kita "mencintai" benda yang satu ini.. ada satu hal yang kita lupaa..

Dia ngga akan pernah bisa membalas perasaan kita, huehehehe..

Apa itu artinya kita sebenernya lebih senang akan one-sided love ya?

Okayy.. di satu sisi emang nih benda ngga akan menyakiti kitaa.. tapi di sisi lain, tidakkah kita juga menghilangkan kesempatan untuk dicintai balik?

Semesra2nya kata2 yang berhamburan dari layar monitor yang satu menghinggapi layar monitor lainnya, ngga akan bisa menggantikan sebuah sentuhan dan pelukan hangat.

Sebenarnya dengan segala kemajuan teknologi ini.. kita itu sedang bergerak maju apa mundur sih?

Mungkin emang bener semakin banyak barang yang kita miliki, semakin canggih pula dan seperti yang disebutkan di Momo, benda2 itu mampu membuat kita terpukauu.. tapi abis ituu.. lalu apa?

Akhirnya gua mengerti kenapa "Heidi", "Anne of Green Gables", "Railway Children" dan cerita2 Enid mampu menjadi buku "klasik" yang masih tetap banyak dibaca walau udah puluhan bahkan ratusan tahun berlalu dari sejak pertama cerita itu terbit.

Karena dalam cerita2 itu menyingkap hal2 yang menjadi dasar dari kehidupan itu sendiri.

Sering ngga sih ngerasa bahwa cerita2 yang ada sekarang ini banyak yang bagus tapi ya udah, githu ajaa.. berlalu tanpa kesan?

Atau mungkin gua aja yang kurang bisa menangkap kesannya?

Seperti buku yang sempat menggemparkan gereja and bikin Vatikan mengeluarkan pelarangan itu lho.

Gua sempet baca, menurut gua bagus ceritanya, seruu.. tapi kelar baca ya udah. Sekarang ditanya apa isi ceritanya? Gua paling cuman inget satu : kejar2an, huahahahaha :p

Sisanya tentang hal yang kontroversial itu? Gua malah sama sekali ngga inget.

Tapi gua masih inget kisah Ronya yang hidup di hutan dengan pengalamannya menjinakkan kuda liar, terus ketika ia hidup di gua bersama sahabatnya, Birk (aduh, teman, maap yaa.. ntah kenapa berkali2 baca kok gua lupa mulu nama eloo :p) atau ketika Ronya terbius nyanyian makhluk kegelapan itu.

Atau2 Anne dengan daya imajinasinya yang membuat hal2 yang "biasa" menjadi sesuatu yang lebih menarik.

Atau tentang Heidi yang dengan kepolosan dan keluguannya mampu meluluhkan hati sang kakek yang selama ini dicap warga setempat sebagai sosok yang mengerikan.

Ahh.. jadi makin kangen baca cerita2 macam ituu..

Ntar gua mo nyari "Tom Sawyer" aahh ^o^

Topic ended : 20 Februari 2010 (9:57 am)

-Indah-
the soul traveller

Bapa Yang Kekal

 
Gambar diambil dari :
http://images.paraorkut.com/img/pics/images/j/jesus-1684.jpg

Topic starter : Sabtu, 20 Februari 2010 (8:27 am)

Mari kita mulai pagi ini dengan menyanyikan sebuah lagu, lagu yang gua "temukan" di hari Rabu lalu, sebuah lagu berjudul "Bapa Yang Kekal".

Siaapp?

Nyanyikaaannn :p
~.*.~

"Bapa Yang Kekal"

Kasih yang sempurna
Telah kuterima dariMu
Bukan karena kebaikanku

Hanya oleh kasih karuniaMu
Kau pulihkan aku
Layakkanku tuk dapat
Memanggilmu Bapa

Kau beri yang kupinta
Saat kumencari kumendapatkan
Kau selalu ada bagiku
Sebab Kau Bapaku, Bapa Yang Kekal

Takkan Kaubiarkan
Aku melangkah hanya sendirian
Kau selalu ada bagiku
Sebab Kau Bapaku, Bapa Yang Kekal

~.*.~

Jangan lupa apalin liriknya yaa jadi besok2 kita bisa nyanyi bareng ngga perlu ngeliat teks lagee, ahahaha :p

Met Sabtuu ^o^

Topic ended : 20 Februari 2010 (8:33 am)

-Indah-
the soul traveller

Friday, February 19, 2010

When 'No' Might Mean 'Yes' and 'Yes' Could Possibly Be 'No'

Gambar diambil dari :
http://www.skeptic.com/Merchant2/graphics/books/b071PB_lg.jpg

Topic starter : Jumat, 19 Februari 2010 (8:16 pm)

Artinya?

Ngga tau, ahahaha, suka aja githu lhoo..

Kenapa? Ngga boleh emangnya? Ngga apa2 juga sih elo bilang ngga boleh tapi pastinya gua bakal tetep suka :p

Kalo cuman part "when no might mean yes" sih tadinya gua kepikiran mo nyeritain something tapii tadi tiba2 aja pengen nambahin sisa judulnya yang "and yes could possibly be no", dan buyarlah semua yang mo gua ceritain and jadi malah terseret pengen ngomongin hal yang lain, hihihi..

Lucunyaa.. tau ngga seeh!!

Ya pasti ngga tau kalo gua belon cerita :p

Judul itu gua dapat sebelon gua mulai baca ulang "Momo" and ternyataa.. di "Momo" itu sub judul2nya saling bertentangan githu, hihihi..

Lucu jugaa..

Dipikir2 kenapa yaa gua suka sesuatu yang bertentangan, seperti misalnya kuat sekaligus lemah, tawa dan tangis, susah dan senang, dan sebagainya.

Karena menurut guaa.. perlu "seni" keseimbangan untuk mengharmoniskan kedua hal yang menurut pendapat kebanyakan orang itu bertentangan, and itu ngga gampang lho boo!

And again menurut gua perlu untuk merasakan keduanya karena sometimes one will lose its meaning without the other!

Seperti misalnya orang yang hidupnya selalu happy2 terus, suatu saat si "happy" ini akan menjadi sesuatu yang biasa and ngga lagi bermakna, baru ketika si "sad" datang menghampiri dan menjungkirbalikkan semuanyalah maka ketika si "happy" kembali datang dalam kehidupan, akan disambut dengan penuh sukacita!

Huahahaha.. sebenernya ngga bagus juga sih berpikiran seperti ini, karena kesannya harus merasakan "penderitaan" dulu baru bisa mensyukuri hal2 baik yang terjadi dalam hidup, ahahaha :p

*naahh, itu dia kuncinya! Bersyukur!!*

Tapi hidup itu selalu ups and downs and terkadang itu ngga bisa dihindari, so perlu untuk belajar bagaimana berselancar dalam gelombang kehidupan, supaya bisa tetap "merasakan" tapii ngga sampai jatuh terjerembab dalam kubangan pusaran energi negatif.

Ehh.. gua baru nyadar.. surfing itu ternyata keren yaa!

I meaann.. sejak dulu gua selalu tertarik ngeliat gambar2 orang yang lagi surfing tapii.. baru tadi ketika gua menuliskan kalimat di atas itulah gua "ngeh" akan seni ber-surfing!

Ride the waves, babee!!

Keren bangets khan tuh!

And kita perlu belajar gimana caranya "menikmati" gelombang kehidupan yaa, dalam artian mo lagi pasang ataupun surut, kita bisa tetap "menaiki" ombak itu tanpa tenggelam, huehehehe..

Uhuyy, surfing! Mantaps!

And huahaha.. lucu juga kadang postingan iseng2 gini malah bisa mendapatkan sesuatu dari hasil ngomong ngalor ngidul ke sana kemari ^o^

Topic ended : 19 Februari 2010 (8:37 pm)

-Indah-
the soul traveller

Judgement

 
Gambar diambil dari :
http://empathicperspectives.blogspot.com/2009/11/who-are-you-to-judge-me.html

Topic starter : Jumat, 19 Februari 2010 (7:48 pm)

Buat gua pribadi seehh.. jelas ngga senang lha yauu ketika ngerasa "dihakimi" oleh orang lain, ehh.. emang ada yang seneng? :p

Tapii.. gua rasa disadari atau ngga, we do "judge" other people, mungkin kadarnya aja yang beda, huehehehe..

Cause so manyy.. soo many times I could hear myself screaming inside ketika melihat hal2 yang menurut gua ngga berjalan di "rel" yang "seharusnya".

Padahal yaa boo.. in "normal" condition dalam artian mood sedang terjaga dengan baik, seringkali gua mikir.. who am I to tell people of what they should and shouldn't do?

Yang seharusnya? Berdasar penilaian siapa toh? Apa yang gua anggap benar khan belon tentu orang lain juga melihatnya demikian.

And berhubung gua juga belon jadi orang "bener" menurut standar yang gua tetapkan sendiri, apa gua ngga jadi seperti "maling" yang teriak "maling" kalo gua menyuarakan protes gua?

Soo.. at many times gua terpaksa harus menelan kata2 yang udah nyangkut di ujung lidah and siap disemburkan keluar.

Tapii terkadang hal itu terlalu menyesakkan boo, huhuhu.. belon lagi kalo kejadian yang sama terus berulang.

Mau pura2 ngga ngeliat, semuanya udah terekam di otak and telinga ngga bisa diajak kerjasama untuk pura2 ngga dengar.

Soo many times I had to tell myself.. let go.. just let goo.. it's not even my own battle! Bahkan 'korban'-nya sendiri pun hanya diam aja menghadapi semuanya, kenapa juga gua yang jadi keribetan sendiri mo protes segala?

I just need to remind myself over and over again not to do the same to others the thing that I hate most.

But still.. perasaan itu tertahan di dalam and kadang terasa begitu mendesak pengen dimuntahkan keluar tapi gua terperangkap ama rambu2 yang gua pasang sendiri.

Dipikir2.. gua itu sebenernya ngga terlalu dengerin omongan orang juga sih, huahahaha.. but I do tell things to myself, things that I feel like I should've listened but no one else could give me those words I need to hear.

Seperti misalnya ketika gua kesel ama seseorang yang dengan gampangnya melontarkan kata2 menyakitkan yang nancap langsung di hati.

Ohohoho.. elo pikir gua ngga punya perbendaharaan kata yang cukup untuk membalas kata2 elo, ehh?

I might not be a walking dictionary, tapii.. I do have quite large collection of words, tauu!!

Tapii.. tiap kali gua siap "terjebak" dalam perang kata2, there's always a part of me who kept saying, "Indahh.. Indaahh.. tahan diri elo! U know how words cut deep and it's not easy to mend the wounds! By hurting others.. by letting them have the same hurts like you do.. that won't change a thing and it's not gonna heal your heartache.. soo.. let it go!"

Jadi gua terpaksa mingkem karena ternyata diri gua lebih mendengarkan that part of me dibanding keinginan untuk membalas sakit hati gua, huahahaha..

Tapii, teteppp.. gua sebeeeelll!!

Aarrgghh.. so many times I want to ignore those voices and just lash out my angers but I couldn't, hiks hiks huaa.. menyebalkan!!

And btw, huahahaha.. kok kaga nyambung yaa ma judul :p

Biarin aahh.. yuukk marii.. ke topik lain.

Heran, ngga bawa laptop malah dapat banyak ide buat postingan ^o^

Btw, di link yang gua ambil ngambarnya itu juga bahas "judgement", gua belon baca sihh..

Tapii.. gua pejeng aja dhe link-nya, siapa tau besok2 pengen baca, huehehe.. Ada di sini nih :

http://empathicperspectives.blogspot.com/2009/11/who-are-you-to-judge-me.html

Silahkan kalo mo mampir and baca2.. gua mo liat judul2 postingan dia lainnya aahh.. siapa tau ada yang judulnya menarik hatii ;)

Topic ended : 19 Februari 2010 (8:08 pm)

-Indah-
the soul traveller

QoD : Kurang Ajar

 
Gambar diambil dari :
http://southernprotocol.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/11/turkey1-350x344.gif

Topic starter : Jumat, 19 Februari 2010 (7:29 pm)

Sebenernya definisi "kurang ajar" itu apaan sih?

Yang kaya gimana yang bisa dimasukkan ke dalam kategori itu?

Gua prihatin.

Beneran prihatin, orangtua sekarang itu gampang bener melepaskan kata "kurang ajar" ke anak mereka!

Padahal gua as an outsider ngeliatnya, "Apanya yang kurang ajar sih?! Emangnya tuh anak ngapain elo?!"

And kadang.. gua pikir.. parents itu juga perlu "bercermin", maksud guaa.. udah jadi rahasia umum kalo mostly children are the reflections of their parents.

Soo.. sebenernya ketika sang orangtua melontarkan kata2 "kurang ajar" ituu.. bukankah kata2 itu sendiri berbalik padanya?! Karena mungkin tanpa disadari, mereka sendiri yang mengajarkan sang anak untuk kurang ajar!

Anak2 itu "peniru" yang sempurna dari orangtua mereka, and walaupun ketika udah mulai bergaul ama orang lain, mereka juga akan "menyerap" dari orang sekitar, yang membentuk "basic" seorang anak itu adalah orangtua mereka.

Parents.. Parents.. please, use your words carefully!

Jangan jadi orang yang menancapkan luka di hati anak kalian.

And if you kept mistreating them, don't play innocent if one day semua itu akan berbalik kepada kalian!

Well.. udah bahas sana sini masih belon dapat kesimpulan, apa sih "kurang ajar" ituu? :p

Topic ended : 19 Februari 2010 (7:40 pm)

-Indah-
the soul traveller

Kenapa Ga Bilang?

 
Gambar diambil dari :
http://static.squidoo.com/resize/squidoo_images/-1/draft_lens3256382module21409482photo_1237317135Psychic_-_Maralina.jpg


Topic starter : Jumat, 19 Februari 2010 (7:11 am)

Gua kadang suka bingung dhe ama orang (lhoo.. apa ini artinya gua bukan orang? :p), seperti tadi misalnya.

"Liat tanda terima tagihan ngga?"

"Lho? Khan kemaren sore udah dikasih ke Mr. P!"

"Bilang donk!! Dari tadi nyariin tuh tanda terima ampe pusing!"

"Lho? Khan situ ngga nanyaa.."

"Oh, iya yaa? Ga nanya yaa."

*hanya bisa mengelus dada karena having known that person for loooongg, kalimat terakhirnya dia itu diucapkan bukan dalam konteks dia menyadari "kesalahan"-nya tapii lebih ke arah ngejek and menyalahkan gua!*

Nopee.. gua ngga sedang nuduh and I was certainly NOT being overly sensitive here tapi karena emang somewhat I knew, I could sense the unsaid emotion.

And boo.. sebenernya gua kesel bangets!

Emang dipikirnya gua itu pembaca pikiran apaa?! Yaa mana gua tau dia lagi nyariin apaan! Wong pas dia nanya itu adalah saat pertama gua ketemu ma dia di hari ini, gimana caranya coba gua bisa tau?

Grr.. tau ngga seehh.. cape tauu ngadepin orang kaya githuu!

Hushh huusshh.. negative energies.. go away!!

And btw, huahahaha.. tau ngga sihh? Ini sebenernya kejadiannya tadi pagii.. saking keselnya gua catet di notes, hihihi..

Tapii sekarang di malam hari setelah keselnya ilang, dibaca2 lagee.. ahahaha.. kok berasa rada konyol juga kesel ama hal kecil gini, wakakakak..

Aduhh, Indaahh.. please dhee, kalo mo kesel ama yang lebih penting dikits! :p

Ehh tapii tapii.. ngga apa2 dhee.. "dinikmatin" aja perasaan apapun yang datang karena mungkin besok2 ngga mampir lagi khan? :D

Topic ended : 19 Februari 2010 (7:24 pm)

-Indah-
the soul traveller

CoD : Online Friends & Faith

 
Gambar diambil dari :
http://2.bp.blogspot.com/_Mpd1ozuoa64/Sl9oacXPVsI/AAAAAAAAA7U/8FByNxwALdo/s400/Bless+my+Online+Friends.jpg

Topic starter : Jumat, 19 Februari 2010 (8:19 pm)

Seperti biasaa.. kamar mandi itu sering kali memunculkan suatu pemikiran yang mungkin ngga bisa didapatkan di ruangan lainnya, huahahaha..

Ada apa yaa dengan kamar mandi? Apa karena airnya kah? Atau busa-busa sabun? Atau simply because suasananya yang tenang and benar2 memberikan privasi sehingga bisa "membukakan" pikiran untuk dapat "melihat" kemungkinan2 yang sebelonnya ngga terpikirkan? Hmm..

Anywayy..

Ada satu hal yang mengganjal gua tadi pas mandi, soal online friends.

And setelah sibuk merumuskan berbagai macam hal tentang online friends, somehow I can relate it with faith, huahahaha..

Penjelasan selengkapnya ntar malam aja yaa.. soalnya udah saatnya cabut ke kantor neehh..

*mudah2an masih inget apa yang mo gua omongin :p*

-paused : 19 Februari 2010 (8:24 am)-

Topic continues : Jumat, 19 Februari 2010 (6:32 pm)

Online friends. Teman yang dikenal dari dunia maya.

Gua teringat beberapa waktu lalu pernah "memisahkan" antara "real" friends ama "online" friends, terus salah satu temen online gua ada yang protes, "Heyy.. maksud elo gua bukan seseorang yang real? Emangnya elo pikir gua hantu?!"

Wakakakakak..

Ngakak dhe aww baca komennya dia itu, ahahaha..

Bukan maksudnya gua mo bilang dia somekind of "ghost" or gimanaa, tapii.. ya githuu.. online friends buat gua itu kerasa seperti lagunya Utopia, "Antara Ada dan Tiada", hihihi..

Maksudnyaa?

Ya githu.. they are someone real, tapii.. kaga keliatan wujudnya githu dhe di depan mata, hanya bisa "disentuh" lewat layar monitor.

Walaupun "wujudnya" ngga bisa diliat oleh mata, tapi "feel"-nya tetap dapat dirasakan.

Terus apa hubungannya ma faith?

Lha? Bukannya faith juga kaya githu?

Kita khan ngga bisa ngeliat yang namanya faith tapi kita bisa merasakan kalo "something" is "there", walau kita ngga bisa melihatnya ataupun menyentuhnya, tapi kita yakin bahwa di sana, di tempat yang sekarang ini belon terjamah oleh kita, ada yang sedang menunggu.

And kalo mo ngaitin lagi antara online friends ma faith, gua jadi teringat ama kisah Tomas yang perlu untuk melihat "bukti" dulu baru percaya.. mungkin bisa diibaratkan dengan tipe pertemanan online yang harus ketemuan muka dulu baru berasa afdol sebagai "teman" kali yaa?

Kalii.. ahahaha..

Buat gua pribadi yang udah beredar lumayan lama di dunia maya, dari sekitar 8 tahun yang laluu.. tapii.. temen2 online yang pernah bertatap muka bisa diitung pake jari, sebelah tangan aja cukup dhe, ahahaha :D

Rekor "tercepat" ketemuan ama temen yang gua kenal di internet itu adalah setelah kenal 1 tahun, hihihi.. buat banyak orang mungkin dibilang "lamaa amaaattt.. setahun kenal baru ketemuan!", well.. buat gua itu udah cepet bangets!

Soalnya yang sebelon2nya itu 2 tahunan dhe baru ketemu, walau dari sekedar balas2an message di milis terus merambah ke SMS or telp2an, tapii ya ituu.. baru 2 tahun kemudian gua mo ketemu.

Abis gimana yaa?

Gua itu tipe yang butuh "kenyamanan" dulu sih sebelon ketemu ama orang baru :p

Ada tuh temen blog gua dari luar kota yang dulu sering bolak balik ke Jakarta, and dia ngajakin ketemuan, tapii.. huehehe.. gua tolak mulu dhe, hihihi..

Abis gimana yaa? Bales2an komen di blog aja belon tentu sebulan sekalii.. terus kaga pernah chat pulaa.. buat apa ketemuan?

Ama sapen gua yang sama2 tinggal di Jakarta juga baru setelah 5 tahun surat2an plus telp2an and sms, baru dhe ketemu muka, hihihi :D

Tapii.. yang kaya gini lebih enak.. karena sebelonnya kita udah banyak "bercerita" tentang diri masing2 jadi pas ketemuan itu berasa ketemu ama orang yang udah lama kita kenal, yaa.. emang sebenernya 5 tahun udah termasuk lama yaa :p

Jadi sebenernyaa.. ya tergantung preferensi masing2 sih, no one can say which way is the right way to "treat" your online friends, apakah mo "ditingkatkan" menjadi teman dunia "nyata" atau tetap tertinggal di layar, yaa.. terserah pilihan masing2, karena toh tiap pilihan punya kelebihan dan kekurangannya sendiri2, bukan begitu?

Walau kalo soal faith yaa.. mustinya jangan dikompromikan, ahahaha :p

-Indah-
the soul traveller

The Door : Open or Close?

 
Gambar diambil dari :
http://2.bp.blogspot.com/_fTh0xyZ1FRQ/SG__lNFcQBI/AAAAAAAABeQ/XGyb0lx-pTc/s400/The_Open_Door.jpg

Topic starter : Jumat, 19 Februari 2010 (7:04 am)

Di postingan tentang "What Goes Around Comes Around" yang ada di sini :

http://my30s-world.blogspot.com/2010/02/forward-what-goes-around-comes-around.html

Ada satu perkataan menjelang akhir tuh forward yang nyangkut di gua, yaitu :

"God closes doors no man can open & God opens doors no man can close."

Ini sebenernya bukan pertama kalinya gua denger kalimat di atas karena Oom gua dulu itu seriiing bangets ngucapin hal yang sama but he died belasan tahun yang lalu jadi udah lamaa sejak terakhir kali gua mendengarnya mengucapkan kalimat di atas.

So ketika menemukan kalimat itu lagi di forwarded message yang gua baca, it's like a "reminder" for me about something that I think is important but as alwayss.. selalu gua lupa, huahahaha :p

*lhaa, Indah? Kok bisaa.. kalo penting kenapa dilupakan?! Tanya kenapa!! Hihihi :D*

Saking "terkesannya" ma tuh kalimat, maka gua pasang buat status, huehehehe..

And then a friend of mine responded, "Why God needs to open and close the doors? don't us who approach or distant.. the doors.. which make 'em seemed.. widely open or closed.. ? " (Yen)

And gua jadi tercenung.

You know.

Gua itu tipe yang sering suka ma "sesuatu" tanpa terlalu memikirkan alasannya, ahahaha..

Tapii.. since I don't believe in random anymore so there must be some kind of explanation about this, karenaa.. kenapa juga dari sekian panjangnya tuh forwarded message, gua nyangkutnya di kalimat yang satu ituu, iya khan? :p

Jadii.. gua mencoba mencerna kata2 yang gua pilih sebagai status di Facebook itu.

And something just clicked me.

Mungkin mungkin.. yaa setidaknya from my own understanding adalahh..

Jalani hidup elo sesuai dengan jalanNya sehingga Ia berkenan pada kita dan akan membukakan "pintu"-Nya supaya kita bisa masuk.

Tuhan itu sabar dan Tuhan itu penuh kasih, itu benar.

Tapii.. kita manusia, jangan terus menerus menguji kesabarannya dengan berulang2 melakukan hal2 yang ngga berkenan di hadapanNya karena Dia juga bisa kehilangan kesabaran.

Dan sekali Tuhan berbalik dan memunggungi kita, sekali semua "pintu" ditutupNya bagi kita.. huaa.. mo nangis bombay siang dan malam sampai airmata kering sekalipun ngga pengaruh karena kita ngga akan bisa membuka pintu yang telah ditutupNya itu.

Jika Tuhan telah memberikan sukacita dalam hati kita, ngga ada seorangpun yang dapat merenggutnya, iya khan?

Ketika Tuhan membukakan banyak pintu untuk kita, ngga akan ada seorangpun yang bisa menutupnya, iya juga khan?

Cuman.. gua ngerti maksud temen gua di atas mungkin adalahh..

To know apakah pintu itu "terbuka" atau ngga.. yaa kita harus menghampirinya dan mencoba memutar atau menggerakkan gagang pintunya supaya tau dengan pasti apa nih pintu terkunci apa kaga.

Jadi inget apa yang Hellen Keller bilang, "When God closes one door, He opens another one but oftentimes we look so long at the closed door that we don't see another one that has been opened for us", seperti biasaa.. kurang lebih githu dhe kalimatnya karena gua ngga inget persisnya and terlalu males buat browsing, huahahaha :p

Yang juga bikin teringat sama "ora et labora".

Doa tetap harus dijalankan karena itu adalah cara kita berkomunikasi dengan Tuhan, tapii.. we must also do our part khan yaa, dengan berusaha sambil meminta restuNya.

Karena hanya hujan yang tercurah langsung dari langit, untuk sisanya? Rada repot juga yaa kalo langsung jatuh dari langit!

Ya iyalaahh.. misalkan gini, "Tuhan, saya ingin punya rumah!"

Kebayang ngga sih kalo tuh rumah melayang jatuh dari langit!!

Huahahaha.. kalo di film animasi sih bakalan seruu.. lha tapi kalo beneran? Apa ngga serem tuh? Gimana kalo menimpa seseorang? Lalu laluu.. kalo speed-nya kuenceng? Aiihh.. bisa2 lagi melongo ngeliat ke langit terus kita ketimbun ama tuh rumah, huhuhu..

Belon sempet ditinggalin, udah ketanam duluan :p

Okayy.. udah mulai ngelantur, hihihi..

Beginilah kalo pagi2 bukannya sarapan dulu tapi buru2 nongkrong di depan kompie untuk mengetik pesan karena takut kelupaan kalo ditunda dulu melakukan hal yang lainnya, wakakakakak..

Soo?

Yuukk, marii.. sarapan duluu :q

Topic ended : 19 Februari 2010 (7:27 am)

-Indah-
the soul traveller

Forward : What Goes Around Comes Around

Picture is taken from :
http://uweekly.com/women/wp-content/uploads/2009/06/what-goes-around-comes-around.jpg

Topic starter : Friday, February 19, 2010 (6:12 am)

It has been a while since the last time I paid attention on the forwarded mails I got, ahahaha..

Cause I was too consumed with what I did so I didn't have time to read the forwarded mails my friends sent me, huahahaha..

But last night I took time to read and ooh boyy.. the "message" in the forwarded mails are great!

So maybe later on tonight I'm gonna read some more, hihihi..

Anywayy.. the next forwarded message I want to share with you here is called "What Goes Around Comes Around", let's read together..

~.*.~

"What Goes Around Comes Around"

The man slowly looked up. This was a woman clearly accustomed to the finer things of life. Her coat was new.

She looked like she had never missed a meal in her life. His first thought was that she wanted to make fun of him, like so many others had done before.

"Leave me alone," he growled...

To his amazement, the woman continued standing. She was smiling her even white teeth displayed in dazzling rows.

"Are you hungry?" she asked.

"No," he answered sarcastically, "I've just come from dining with the president.. Now go away."

The woman's smile became even broader.

Suddenly the man felt a gentle hand under his arm.

"What are you doing, lady?" the man asked angrily, "I said to leave me alone..

Just then a policeman came up, "Is there any problem, ma'am?" he asked..

"No problem here, officer," the woman answered, "I'm just trying to get this man to his feet. Will you help me?"

The officer scratched his head.

"That's old Jack. He's been a fixture around here for a couple of years. What do you want with him?"

"See that cafeteria over there?" she asked, "I'm going to get him something to eat and get him out of the cold for awhile."

"Are you crazy, lady?" the homeless man resisted, "I don't want to go in there!"

Then he felt strong hands grab his other arm and lift him up.

"Let me go, officer. I didn't do anything.."

"This is a good deal for you, Jack," the officer answered, "Don't blow it."

Finally, and with some difficulty, the woman and the police officer got Jack into the cafeteria and sat him at a table in a remote corner. It was the middle of the morning, so most of the breakfast crowd had already left and the lunch bunch had not yet arrived.

The manager strode across the cafeteria and stood by his table, "What's going on here, officer?" he asked, "What is all this, is this man in trouble?"

"This lady brought this man in here to be fed," the policeman answered.

"Not in here!" the manager replied angrily, "Having a person like that here is bad for business."

Old Jack smiled a toothless grin, "See, lady. I told you so. Now if you'll let me go. I didn't want to come here in the first place."

The woman turned to the cafeteria manager and smiled, "Sir, are you familiar with Eddy and Associates, the banking firm down the street?"

"Of course I am," the manager answered impatiently, "They hold their weekly meetings in one of my banquet rooms.."

"And do you make a goodly amount of money providing food at these weekly meetings?"

"What business is that of yours?"

"I, sir, am Penelope Eddy, president and CEO of the company."

"Oh.."

The woman smiled again, "I thought that might make a difference."

She glanced at the cop who was busy stifling a laugh, "Would you like to join us in a cup of coffee and a meal, officer?"

"No thanks, ma'am," the officer replied, "I'm on duty."

"Then, perhaps, a cup of coffee to go?"

"Yes, ma'am.. That would be very nice."

The cafeteria manager turned on his heel, "I'll get your coffee for you right away, officer."

The officer watched him walk away.

"You certainly put him in his place," he said.

"That was not my intent... Believe it or not, I have a reason for all this."

She sat down at the table across from her amazed dinner guest. She stared at him intently.

"Jack, do you remember me?"

Old Jack searched her face with his old, rheumy eyes, "I think so -- I mean you do look familiar."

"I'm a little older perhaps," she said, "Maybe I've even filled out more than in my younger days when you worked here, and I came through that very door, cold and hungry."

"Ma'am?" the officer said questioningly. He couldn't believe that such a magnificently turned out woman could ever have been hungry.

"I was just out of college," the woman began, "I had come to the city looking for a job, but I couldn't find anything. Finally I was down to my last few cents and had been kicked out of my apartment. I walked the streets for days. It was February and I was cold and nearly starving. I saw this place and walked in on the off chance that I could get something to eat."

Jack lit up with a smile, "Now I remember," he said, "I was behind the serving counter. You came up and asked me if you could work for something to eat. I said that it was against company policy."

"I know," the woman continued, "Then you made me the biggest roast beef sandwich that I had ever seen, gave me a cup of coffee, and told me to go over to a corner table and enjoy it. I was afraid that you would get into trouble. Then, when I looked over and saw you put the price of my food in the cash register, I knew then that everything would be all right."

"So you started your own business?" Old Jack said.

"I got a job that very afternoon. I worked my way up. Eventually I started my own business that, with the help of God, prospered." She opened her purse and pulled out a business card.

"When you are finished here, I want you to pay a visit to a Mr.Lyons. He's the personnel director of my company. I'll go talk to him now and I'm certain he'll find something for you to do around the office."

She smiled, "I think he might even find the funds to give you a little advance so that you can buy some clothes and get a place to live until you get on your feet. If you ever need anything, my door is always open to you."

There were tears in the old man's eyes, "How can I ever thank you?" he asked.

"Don't thank me," the woman answered, "To God goes the glory. He led me to you."

Outside the cafeteria, the officer and the woman paused at the entrance    before going their separate ways.

"Thank you for your help officer," she said.

"On the contrary, Ms. Eddy," he answered, "Thank you. I saw a miracle today, something that I will never forget. And thank you for the coffee."

Have a Wonderful Day.   

May God Bless You always and don't forget that when you "cast your bread upon the waters," you never know how it will be returned to you.

God is so big He can cover the whole world with his Love and so small He can curl up inside your heart..

When God leads you to the edge of the cliff, trust Him fully and let go. Only 1 of 2 things will happen, either He'll catch you when you fall, or He'll teach you how to fly!

God closes doors no man can open & God opens doors no man can close..

Have a blessed day and remember to be a blessing....

"The Task Ahead of Me is Never as Great as the Power Behind Me!!"

(Author Unknown)

~.*.~

Hikss.. isn't this a touchy story?

And ain't it true?

Whatever term you use it.. what goes around comes around.. you reap what you sow.. karma..

Soo.. always do kindness for that kindness one day one way or another will always comes back to you again, might be from that very same person you give your kindness to or might be not, but it doesn't really matter as long as it's still kindness, right?! Ahahahaa :p

But this doesn't mean that you should do kindness cause you expect things in return, huehehehe :p

For God never sleeps and He knows what's in the deepest of your heart ;)

So?

Start spreading kindness and stop doing bad things cause you know.. what goes around comes around, hihihi :p

Topic ended : February 19, 2010 (6:49 am)

-Indah-
the soul traveller

Thursday, February 18, 2010

Apa Kabar Quiet Mind?

 
Gambar diambil dari :
http://bohemefem.files.wordpress.com/2007/12/twilight.jpg

Topic starter : Kamis, 18 Februari 2010 (9:51 pm)

Tadi tiba2 gua kepikiran soal "quiet mind" again, huehehe, seperti yang pernah gua bahas di :

http://my30s-world.blogspot.com/search/label/sunday%20messages

Apa kabar dengan quiet mind?

Apa gua udah berhasil melakukannya?

Tentu ajaa.. belon!

Wakakakakak..

Tapi setidaknya kadang gua bisa mendengar diri gua meneriakkan "diam" tiap kali pikiran gua mulai berpikiran negatif and melenceng.

Well.. belon bisa sepenuhnya lepas sih tapi lumayan laahh sedikit banyak udah belajar menekannya :p

Ini perlu untuk terus dilakukan karena gua harus mulai membebaskan pikiran gua dari benih2 negatif yang kalo ngga dibuang bisa makin menghujamkan akarnya ke otak gua, huehehehe..

So, Indahh?

Cai yoo!! ^o^

Topic ended : 18 Februari 2010 (10:03 pm)

-Indah-
the soul traveller

Gotta Put Limit To Myself

 
Gambar diambil dari :
http://heatusa.com/blog/wp-content/uploads/2009/06/holland-tulips.jpg

Topic starter : Kamis, 18 Februari 2010 (9:12 pm)

Dari Rabu kemaren gua kaga bawa laptop ke kantor.

Pemicu awalnya itu karena hari Selasa malam itu lagi eneq seeneq2nya ama yang namanya online, ahahaha :p

Terus ngebayangin selama di kantor gua bakalan sibuk browsing sana sini ngga jelas, duhh.. males dhee..

Akhirnyaa.. for the first time since months.. Rabu kemaren itu berlalu tanpa koneksi during working hours, ahahaha :D

And lumayan jugaa.. malah jadi dapat beberapa ide buat postingan, ahahaha..

And ngga bener2 ngga konek ke internet juga sih soalnya masih browsing2 lewat hp, hihihi..

Tapi gua perhatiin yaa.. emang fokus itu kadang lebih baik daripada multitasking yaa bo!

Kalo online lewat kompie, busyett.. mana pernah githu lhoo gua cuman buka 1 window at a time ajaa?!

Minimal 3 tabs sekali buka : Yahoo e-mail, blogger ama blog gua.

Kalo main game berarti nambah lagee 1, plus berhubung gua pasti naruh gambar di awal postingan maka nambah satu lagee yang dibuka.

Belon lagi suka nyambi liat2 blognya yang lain, huaa.. banyak bangets dhe!

Naahh.. kalo lewat hp, mana bisa githuu :p

Harus satu per satuu..

But that wayy.. malah lebih fokus baca tiap postingan sampai selesai sebelon beralih ke postingan lainnya baik dari blog yang sama ataupun dari blog yang beda.

And somehow.. gua mulai merasakan apa yang pernah dikatakan oleh si Paulo Coelho di video message-nya, huehehehe..

Hidup itu harus lebih banyak diisi dengan menjauhkan diri dari layar kompie, wakakakak :p

Tapi tentu ajaa.. gua belon bisa sepenuhnya lepas dari yang namanya kompiee..

Karena pulang kerjaa.. woohooo.. langsung dhe balik lagi nongkrong di depan kompie :p

Hari ini sebenernya gua tergoda untuk kembali membawa laptop ke kantor tapii.. dengan berbagai pertimbangan gua putuskan untuk meninggalkannya di rumah aja dhe.

Gua harus belajar untuk mulai memasang pagar pembatas buat diri gua.

Yupp.. I need to put limit to myself.

And I need to start NOW!

Sebelon kebablasan and sebelon internet mengambil alih kehidupan gua seluruhnya.

Kesadaran yang samar2 itu harus mulai gua rangkul and dengarkan.

Sepertinya mulai minggu depan harus mulai menetapkan hari kapan musti dibawa kapan ditinggal, ahahaha..

Tapi untuk besok, kembali akan gua tinggal dhe, jadi punya waktu buat baca "Momo".

(lhoo? kerjanya kapaan?! Kapan2!! Wakakakakak :p)

Sadar ngga sih kalo benda2 elektronik yang awalnya itu bertujuan menghibur kita itu sekarang udah mulai "merampok" kehidupan kita?

Yaa.. seperti TV dengan sinetron-nya yang merajalela yang membekap jutaan pasang mata untuk mengikutinya hari demi hari, jam demi jam?!

Atau mungkin buat para haus berita, banyaakk bangets talkshow ini itu yang menampilkan "pakar2" membahas masalah yang sedang "in" sekarang ini.

Do we really need to know that much?!

Daripada menghabiskan waktu nonton acara debat yang ngga jelas menyangkut orang yang bahkan ngga kita kenal, apa ngga mending menghabiskan waktu dengan orang yang kita kenal?

Mungkin para bapak lebih fasih membicarakan masalah politik hasil nonton TV dibanding kejadian yang dialami anaknya.

Para ibu mungkin lebih tau perkembangan cerita tokoh sinetron yang diikutinya dibanding pergaulan anaknya.

Don't you think slowly but sure kita udah bergeser semakin jauh dari apa yang seharusnya menjadi hal yang lebih penting untuk kita?

And of course.. ngomong itu lebih gampang!

Huahahaha..

Gua aja udah lumayan nyadar udah "terjerat" ama internet tapii.. mo melepaskan diri sepenuhnya darinya itu susyee boo!

Kenapa yaa?

Is there something missing in my life sehingga gua jadi terikat ma yang satu ini?

Hmm hmm..

Perlu dicari tahu lebih lanjutt..

Tapii.. besok2 aja yaa.. sekarang mo baca2 blog yang lain duluu :p

*lho, Indah? Bukannya nyari tau itu lebih penting?! Ehh.. iya sih, tapii.. itu butuh konsen tingkat tinggi plus penggalian emosii yang bakal menguras energi boo.. sekarang bukan waktu yang "tepat", hihihi..*

Topic ended : 18 Februari 2010 (9:48 pm)

-Indah-
the soul traveller